Madiun, LINGKARWILIS.COM – Rahma Noviarini akhirnya angkat bicara terkait namanya yang terseret dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Perempuan yang kediamannya turut digeledah KPK itu menyatakan akan mengikuti seluruh proses hukum yang tengah berjalan. Ia memilih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil penyidikan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.
“Nanti kita lihat proses selanjutnya bagaimana ke depannya,” ujar Rahma usai menghadiri acara Dabo Battlefield I di GOR Bulutangkis Kota Madiun, Senin (2/2/2026) malam.
Terkait penyitaan dua unit mobil mewah, yakni Mitsubishi Pajero dan Mercedes-Benz oleh KPK, Rahma menjelaskan bahwa saat penggeledahan berlangsung ia sedang berada di Malang.
Baca juga : Antisipasi “Perang Tiket” Mudik, KAI Daop 7 Madiun Beri Tips Jitu Dapatkan Tiket Lebaran
“Saya memang punya rumah di Malang. Saat itu saya pulang ke sana, dan ketika kembali, mobilnya sudah tidak ada,” katanya.
Rahma menegaskan bahwa kedua kendaraan tersebut merupakan miliknya pribadi yang dibeli menggunakan dana sendiri. Satu unit dibeli di Surabaya, sementara satu unit lainnya dibeli di Kota Madiun.
“Kalau mobil itu memang saya beli sendiri, satu di Surabaya dan satu lagi di Madiun,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan KPK dan mempersilakan lembaga tersebut melakukan penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di rumah Rahma Noviarini yang beralamat di Jalan Setiaki Nomor 27, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kota Madiun, pada Selasa (27/1/2026) malam. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita dua unit mobil mewah serta sejumlah dokumen pribadi.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Jadwalkan RDP Bahas Proyek Pasar Ngadiluwih yang Molor
Selain kediaman Rahma, KPK juga menggeledah beberapa lokasi lain, di antaranya rumah Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, kantor Dinas Perkim, DPMPTSP, Dinas Pendidikan, sebuah ruko, Balai Kota Madiun, serta rumah seorang ASN.
Reporter: Rio Hermawan. S
Editor : Hadiyin





