Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar tasyakuran swasembada pangan yang dibarengi dengan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan benih padi kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan taruna tani, di Lapangan Belakang Kantor Kabupaten Kediri, Kamis (5/2/2026)
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan wilayah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus memaparkan capaian program pertanian daerah. Acara ini dihadiri 34 kepala desa dan 174 petani yang terdiri dari perwakilan gapoktan, kelompok tani, serta taruna tani penerima bantuan.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 pemerintah telah menyalurkan berbagai sarana dan prasarana pertanian, di antaranya 51 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 11 unit combine harvester, 301 unit sumur submersible, 6 unit pompa air, 11 unit hand sprayer, dan 2 unit rotavator.
Baca juga : Dua Rekrutan Anyar Persik Kediri Mulai Berlatih, Marcos Reina Torres Pantau Proses Adaptasi
Selain alsintan, pada 2025 juga disalurkan 75 ton benih padi untuk lahan seluas sekitar 3.000 hektare. Memasuki Februari 2026, bantuan benih kembali diberikan sebanyak 73 ton untuk area tanam seluas 2.922 hektare. Pemerintah daerah juga menambah alokasi pupuk sebesar 9.000 ton pada 2026 serta menargetkan perluasan lahan pertanian organik dari 80 hektare menjadi 147 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, 34 kepala desa bersama perwakilan kelompok tani menerima bantuan alsintan berupa traktor roda empat, traktor roda dua, dan benih padi unggulan. Salah satu penerima bantuan adalah Kelompok Tani Karya Tani Desa Bulu, Kecamatan Semen, yang memperoleh traktor roda empat merek Baskara.
Kepala Desa Bulu, Sya’roni, MPD, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap petani di wilayahnya.
“Bantuan traktor roda empat ini sangat membantu petani dalam mengolah lahan. Kami berharap alat ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani Desa Bulu,” ujarnya.
Baca juga : Hujan dan Angin Kencang Terjang Kota Kediri, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah serta Jaringan Listrik
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dengan menyediakan alsintan sesuai kebutuhan petani.
“Tahun ini kami menyerahkan sekitar 54 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, serta berbagai alsintan pendukung seperti hand sprayer. Totalnya kurang lebih 72 unit alsintan telah disalurkan kepada petani,” jelasnya.
Mas Dhito menambahkan, penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahun ini. Pada 2026, Pemkab Kediri berencana menyalurkan tambahan 150 hingga 190 unit alsintan sesuai kebutuhan petani.
“Traktor roda empat dan roda dua sangat dibutuhkan untuk mempercepat masa tanam, termasuk untuk komoditas jagung. Karena itu, bantuan ini akan terus kami lanjutkan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penyaluran alsintan di tengah efisiensi anggaran merupakan wujud keseriusan Pemkab Kediri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Kabupaten Kediri bisa menyalurkan banyak alsintan karena kami serius memenuhi target swasembada gula yang dicanangkan Presiden. Tahun ini kami melakukan bongkar ratoon tebu seluas sekitar 7.000 hektare. Dari sini, pemerintah pusat memberikan apresiasi sekaligus ruang bagi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani,” paparnya.
Mas Dhito berharap bantuan alsintan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong regenerasi petani.
“Saya berharap produksi pertanian terus meningkat, dan jumlah petani muda di bawah 40 tahun semakin bertambah. Tadi kita sudah melihat bibit regenerasi petani mulai tumbuh, dan ini harus terus didorong,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, para petani juga menggelar tumpengan sebagai bentuk syukur atas hasil pertanian tahun 2025 serta harapan agar kesejahteraan petani semakin meningkat pada 2026.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






