Situs Persada Soekarno Hadirkan “Wisata Bisu”, Mengajak Dua Jam Hening Penuh Makna

Situs Persada Soekarno Hadirkan “Wisata Bisu”, Mengajak Dua Jam Hening Penuh Makna
Peserta wisata 'bisu' di Situs Persada Soekarno Desa Pojok Wates (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, pekan ini meluncurkan program wisata edukatif bertajuk “Wisata Bisu: Transformasi Jiwa Kusno Menjadi Soekarno”. Program ini menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan keheningan, pembelajaran sejarah, serta penguatan karakter kebangsaan dalam durasi singkat namun sarat makna.

Berbeda dari wisata pada umumnya yang identik dengan keramaian, “Wisata Bisu” dirancang sebagai perjalanan reflektif yang mengajak pengunjung berhenti sejenak, diam, dan merenungkan nilai-nilai perjuangan.

bayar PBB Kota Kediri

Kepala Program Pekat Wisata Bisu, Kus Hartono, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan pengembangan dari Pilot Project Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa yang sebelumnya berlangsung selama satu hari penuh. Kini, format tersebut disederhanakan menjadi paket sekitar dua jam agar lebih mudah diakses, terutama oleh pelajar dan generasi muda.

“Keheningan bukanlah kekosongan, tetapi ruang belajar yang sering terabaikan. Dalam tradisi Nusantara, hening memiliki makna mendalam. Melalui program ini, kami menjadikan keheningan sebagai pintu masuk untuk memahami sejarah dan nilai kebangsaan secara lebih membumi,” ujarnya.

Baca juga : Kisah Fahriel Gilang Saputra, Siswa SMA di Kediri yang Viral Berawal dari Konten Cukur Rambut

Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, R.M. Suhardono, S.E., menyatakan bahwa gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap pola wisata dan pembelajaran yang cenderung terburu-buru dan kurang mendalam.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda. Dua jam tanpa banyak bicara, tetapi penuh makna. Peserta tidak sekadar melihat sejarah, tetapi merasakan dan menghayatinya,” katanya.

Selama 120 menit, peserta mengikuti tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah prosesi hening, di mana mereka diajak mengendalikan diri, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kepekaan batin.

Tahap kedua berupa storytelling kontekstual yang menghidupkan kembali perjalanan hidup serta semangat perjuangan Bung Karno di lokasi bersejarah tersebut.

Tahap ketiga adalah internalisasi jati diri, yakni sesi refleksi untuk menanamkan nilai karakter, keberanian, dan kesadaran kebangsaan.

Baca juga : Pemkot Kediri Patuhi Putusan MA, Tetap Lanjutkan Proyek Alun-Alun Meski Kontraktor Menolak Hasil Audit

Program ini mendapatkan respons positif dari peserta. Faridatul Kholidah, siswi SMA asal Jombang, mengaku merasakan pengalaman yang berbeda dari kunjungan sebelumnya.

“Saya sudah beberapa kali datang ke Ndalem Pojok, tetapi kali ini terasa lain. Dengan hening, saya justru lebih tersentuh dan memahami maknanya,” ungkapnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto