Blitar, LINGKARWILIS.COM – Menjelang musim keberangkatan haji 2026, persiapan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Blitar terus dimatangkan. Sebanyak 161 CJH telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti rangkaian tahapan persiapan, termasuk bimbingan manasik.
Kelayakan tersebut ditetapkan setelah para CJH dinilai memenuhi aspek kesehatan dan kesiapan fisik. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati A, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan atau istitaah menjadi prasyarat utama sebelum mengikuti tahapan selanjutnya.
“Sebelum melanjutkan rangkaian persiapan, CJH harus terlebih dahulu dinyatakan layak secara medis. Ini yang disebut istitaah,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Baca juga : Perempatan PGSD Blitar Heboh, “Pocong” Turun ke Jalan Bagikan Sayuran
Menurutnya, aturan ini diterapkan guna meminimalkan risiko selama pelaksanaan ibadah haji. Para petugas medis bertugas memastikan dan memantau kondisi jamaah agar benar-benar siap secara fisik. Hal ini penting mengingat mayoritas CJH setiap tahun berusia di atas 50 tahun.
Proses istitaah di Kota Blitar telah dimulai sejak akhir 2025. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi jantung, kesehatan mental, tes darah, hingga kebugaran fisik. Langkah ini diharapkan dapat memastikan jamaah mampu menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci tanpa kendala, serta berangkat dan pulang dalam keadaan sehat.
Meski sebagian besar CJH telah dinyatakan layak, masih terdapat enam orang yang menjalani pemantauan dan evaluasi lanjutan. Dissie berharap seluruhnya dapat memenuhi kriteria kesehatan, mengingat Arab Saudi juga menerapkan standar ketat bagi jamaah, termasuk bebas dari gangguan saraf, penyakit menular, TBC, dan penyakit serius lainnya.
Baca juga : Hadapi Dewa United, Persik Kediri Membidik Kemenangan Penuh
Bagi CJH yang sudah dinyatakan lolos, ia mengimbau agar terus menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola makan seimbang dan rutin berolahraga.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






