KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan para kader dan ibu rumah tangga di Kelurahan Dandangan untuk memperkuat komitmen dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui program Makanan Bergizi (MBG), Rabu (22/4/2026).
Dengan mengenakan busana nasional, para kader tampil kompak sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam menjaga kualitas generasi masa depan.
Zarul Fauziah, warga Dandangan RT 03 RW 12, mengaku program MBG sangat membantu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Menu yang disediakan dinilai cukup seimbang karena mencakup susu, buah, hingga makanan pelengkap.
“Alhamdulillah sangat membantu untuk tumbuh kembang anak. Menunya lengkap dan bergizi, meski kadang anak masih pilih-pilih makanan,” ujarnya.
Baca juga : Dinkes Kota Kediri Edukasi Santriwati Ponpes Wali Barokah, Tekankan Pencegahan Stunting Sejak Remaja
Ia mencontohkan, anaknya yang berusia tiga setengah tahun terkadang belum terbiasa dengan menu tertentu seperti olahan jamur. Meski demikian, program tersebut tetap memberikan variasi makanan sehat yang bermanfaat.
Di sisi lain, kader yang tergabung dalam kelompok “MBG Ceria” menunjukkan kekompakan dalam pelaksanaan program. Dengan 20 kader dan 282 penerima manfaat, layanan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD, hingga penerima MPASI.
Koordinator kader menyebut, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi utama dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut.
“Perempuan harus tetap semangat, berdaya, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Solidaritas para kader juga terlihat dari sistem gotong royong yang diterapkan. Bagi penerima yang tidak dapat mengambil makanan, kader secara sukarela mengantarkan langsung ke rumah. Pembagian tugas dan honor pun dilakukan secara merata.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama dalam pendataan penerima di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti kos dan rusunawa. Selain itu, sistem administrasi berbasis digital juga menjadi kendala bagi sebagian kader.
Baca juga : Kartini Tak Sekadar Emansipasi, Sarasehan di Persada Soekarno Kediri Kupas Makna Spiritual dan Kebangsaan
Namun melalui pertemuan rutin dan pelatihan internal, berbagai hambatan tersebut perlahan dapat diatasi. Saat ini, mekanisme distribusi MBG juga telah disesuaikan menjadi tiga kali dalam sepekan (Senin, Rabu, Jumat) dengan tambahan paket makanan kering.
Dengan semangat Kartini, para kader berharap program ini terus berjalan optimal dan memberikan manfaat lebih luas.
“Yang penting kita ikhlas dan terus semangat. Kepuasan itu ketika bisa membantu masyarakat dan melihat mereka bahagia,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






