Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Seorang pemuda bernama Doni Tri Setiawan (20), warga Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing di Waduk Semantok, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Selasa (10/2/2026) pagi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di hadapan dua rekan korban, yakni Ahmad Guntur Yunianto dan Denanda Brigenta. Insiden bermula ketika mata kail pancing milik Doni tersangkut tanaman air di dalam waduk.
Berniat menyelamatkan alat pancingnya, korban nekat turun ke air. Namun, ia tidak menyadari bahwa lokasi tersebut memiliki kedalaman sekitar lima meter. Diduga karena tidak menguasai teknik berenang, korban langsung kesulitan dan tenggelam.
Baca juga : Wakil Bupati Kediri Resmi Buka TMMD ke-127 di Desa Sumberbahagia Gadungan Puncu
Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, korban mengalami kepanikan saat berada di air dalam sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.
“Korban berusaha melepaskan mata pancing yang tersangkut dengan cara masuk ke waduk. Karena kedalaman mencapai lima meter dan korban tidak bisa berenang, ia kemudian tenggelam,” jelasnya.
Ahmad Guntur sempat berupaya menolong korban. Namun, kondisi Doni yang panik membuat proses penyelamatan menjadi sulit. Setelah beberapa saat, korban berhasil dievakuasi ke tepi waduk, tetapi sudah tidak bernyawa.
Mendapat laporan dari perangkat Desa Sambikerep, Warsito, petugas gabungan dari Polsek Rejoso, Tim Inafis Polres Nganjuk, BPBD Kabupaten Nganjuk, serta tenaga medis Puskesmas Rejoso segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis menunjukkan tidak ada unsur pidana. Kejadian ini murni kecelakaan akibat tenggelam,” tegas Iptu Fajar.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka menolak autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi di hadapan petugas. Jenazah Doni kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin






