Warga Ploso Ziarahi Makam Para Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno

Warga Ploso Ziarahi Makam Para Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno
Kegiatan ziarah makam periwayat kelahiran Bung Karno oleh warga Ploso, Jombang. (Foto : Cak Arif )

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Upaya masyarakat Ploso, Kabupaten Jombang, menjaga ingatan kolektif tentang kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, terus dipelihara melalui tradisi kultural. Salah satunya dengan menggelar ziarah ke makam para tokoh yang selama ini dikenal sebagai periwayat sejarah kelahiran dan masa kecil Bung Karno.

Kegiatan ziarah berlangsung di kawasan Situs Rumah Kelahiran Soekarno, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Selasa (10/2). Rangkaian acara diawali doa bersama di area situs, sebelum rombongan bergerak mengunjungi sejumlah makam tokoh bersejarah di wilayah Ploso.

bayar PBB Kota Kediri

Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA), Komar, menyatakan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga dan meneruskan kisah Bung Karno dari generasi ke generasi.

Baca juga : Wakil Bupati Kediri Resmi Buka TMMD ke-127 di Desa Sumberbahagia Gadungan Puncu

“Ini adalah penghormatan kepada para periwayat yang menjaga cerita kelahiran Bung Karno di Ploso. Tanpa mereka, generasi sekarang tidak akan memiliki jejak sejarah yang utuh,” ujar Komar.

Menurutnya, sejumlah makam yang diziarahi memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan hidup Bung Karno semasa kecil. Di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, tokoh agama yang merupakan sahabat Raden Soekemi Sosrodihardjo sekaligus guru mengaji pertama Bung Karno di Pesantren Kedung Turi.

Rombongan juga mendatangi makam Nyai Nasihah, sosok yang menunjukkan lokasi sekolah desa atau Ongko Loro, tempat Bung Karno pertama kali menempuh pendidikan formal di Ploso.

Ziarah kemudian berlanjut ke makam Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno sejak berusia enam hari, serta makam Mbah Joyo atau Joyodipo, teman sekolah sekaligus teman bermain Bung Karno di masa kecil.

“Semua tokoh yang diziarahi merupakan warga asli Ploso. Bahkan Mbok Suwi dan Mbah Joyo pernah mendampingi Cindy Adams saat datang ke Ploso pada 16 Januari 1964 untuk menggali biografi Bung Karno,” jelas Komar.

Ia menambahkan, agenda ziarah akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari pelestarian sejarah lokal. Sejumlah momentum penting juga tetap diperingati, seperti 28 Desember yang menandai mutasi Raden Soekemi ke Ploso serta 16 Januari sebagai tanggal kedatangan Cindy Adams.

Sejarawan sekaligus inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, menilai kegiatan ini mencerminkan kuatnya ingatan kolektif masyarakat Ploso terhadap sejarah kelahiran Bung Karno.

“Melalui ziarah ini, kami ingin menunjukkan bahwa ingatan kolektif tentang Bung Karno lahir di Ploso masih hidup dan terus dirawat hingga kini,” katanya.

Ia menyebut, ziarah difokuskan pada empat tokoh utama yang berperan penting dalam sejarah Bung Karno, yakni Mbok Suwi, Mbah Joyo, Kiai Abdul Mukti, dan Nyai Nasihah.

“Kegiatan ini murni inisiatif warga Ploso, didukung komunitas sejarah dan sejumlah organisasi. Ini ikhtiar bersama menjaga jejak sejarah kelahiran Soekarno di Ploso,” tandasnya.

Sementara itu, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono, yang turut hadir menyatakan bahwa ziarah ini memadukan nilai spiritual dan pelestarian budaya leluhur.

Menurutnya, bulan Ruwah berasal dari kata Arwah. Tradisi Ruwahan merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus momentum penyucian hati (Qolbin Salim) menjelang Ramadan.

“Ziarah ini bukan sekadar mengunjungi makam, tetapi upaya ‘mawi arum’, menebar keharuman sejarah,” ucap Kuswartono.

Ia menjelaskan, filosofi Apem yang dibawa dalam ziarah melambangkan doa dan permohonan ampun bagi para pendahulu yang menjaga fakta sejarah kelahiran Sang Proklamator di Ploso.

Kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan posisi Ploso sebagai situs kelahiran Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian acara ditutup dengan tabur bunga setaman dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto