Jombang, LINGKARWILIS.COM – Jejak keterkaitan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan wilayah Ploso, Kabupaten Jombang, kembali mencuat melalui penelusuran sejarah keluarga.
Perwakilan keluarga Situs Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono, mengungkapkan bahwa berdasarkan cerita turun-temurun di lingkungan keluarganya, Soekarno semasa kecil diduga pernah menimba ilmu agama di sebuah langgar panggung yang berada di kawasan Pondok Kedungturi, saat keluarganya bermukim di Ploso.
Lokasi yang dimaksud kini masuk area Pondok Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah, tepatnya di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
“Kami memperoleh kisah bahwa Pondok Shiddiqiyyah dulunya dikenal sebagai Pondok Kedungturi,” ujar Kuswartono, Senin (23/2).
Baca juga : Berburu Takjil, Sore Hari di Kota Kediri Berubah Jadi Pasar Dadakan
Ia menjelaskan, di lingkungan pondok tersebut dahulu berdiri sebuah langgar panggung yang dibangun oleh Mbah Syuhada’, yang disebut sebagai pengikut Pangeran Diponegoro. Meski bangunan langgar itu kini telah dipugar menjadi masjid, dokumentasi visual terkait keberadaannya masih tersimpan di lingkungan pondok.
Sementara itu, pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto, menerangkan bahwa keberadaan Bung Karno di Ploso tidak lepas dari penugasan ayahnya, Raden Soekeni Sosrodihardjo. Ia diketahui bertugas sebagai mantri guru di Sekolah Ongko Loro wilayah Ploso sejak 28 Desember 1901 hingga 1907.
“Raden Soekeni mulai berdinas di Ploso pada 28 Desember 1901. Sekitar enam bulan kemudian, tepatnya 6 Juni 1902, Bung Karno lahir di Ploso dengan nama Koesno. Saat itu wilayah tersebut masih masuk Karesidenan Surabaya, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Jombang,” jelasnya.
Baca juga : Pemkab Kediri Imbau Sahur Keliling Tanpa Sound Horeg
Arif juga menyampaikan, berdasarkan keterangan pengasuh Pondok Shiddiqiyyah, Kiai Muchtar Mu’thi, selama tinggal di Ploso, ayah Bung Karno turut memperdalam ilmu agama kepada Kiai Abdul Mu’thi.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





