Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, jajaran Polsek Warujayeng mengamankan sedikitnya 30 knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong dari sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan ketertiban.
Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa penertiban dilakukan secara rutin, khususnya pada malam Sabtu dan malam Minggu. Pola yang diterapkan berupa patroli mobile hunting dengan menyasar titik-titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda.
Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan bersifat persuasif guna meminimalisasi risiko kecelakaan di jalan. Petugas menyasar pengendara yang kedapatan menggunakan knalpot bersuara bising, baik saat berkumpul maupun melintas, terutama setelah pukul 23.00 WIB.
baca juga : Pemkot Kediri Lakukan Pengawasan dan Tera Ulang SPBU, Pastikan Takaran dan Mutu BBM Sesuai Standar
“Selama sebulan terakhir, sekitar 30 knalpot brong sudah kami amankan. Selain itu, ada 10 pasang velg kecil. Masih terdapat kurang lebih 15 knalpot yang belum diambil karena pengendaranya melarikan diri saat razia,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menariknya, kendaraan yang terjaring tidak langsung dikenai tilang. Pihak kepolisian lebih mengedepankan pembinaan dengan meminta pemilik mengganti knalpot brong menggunakan knalpot standar pabrikan di tempat.
“Kegiatan ini lebih pada penyelesaian persoalan sosial, bukan semata penindakan hukum. Mayoritas yang terlibat masih berusia sekolah, sehingga kami kedepankan komunikasi dan pembinaan,” tegasnya.
Berdasarkan data kepolisian, sepanjang Februari terdapat sekitar 15 kendaraan yang terjaring operasi. Delapan di antaranya telah diambil kembali oleh pemilik setelah membuat surat pernyataan dan mengembalikan kondisi kendaraan ke standar awal.
Selain knalpot bising, laporan masyarakat melalui layanan 110 juga mengeluhkan aktivitas konvoi sepeda motor dan dugaan balap liar yang mengganggu kenyamanan warga. Namun memasuki Ramadan, penggunaan knalpot brong disebut mulai berkurang.
Baca juga : Jelang Lebaran 2026, Dishub Kota Kediri Perkuat Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Tekan Risiko Kecelakaan
Sebagai gantinya, muncul fenomena baru berupa permainan petasan usai salat Subuh yang dilakukan anak-anak, salah satunya di kawasan Kalimbaduk. Polisi telah memberikan imbauan dan edukasi terkait bahaya penggunaan petasan bagi keselamatan.
Di akhir keterangannya, Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan menjelang perayaan Lebaran.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





