TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM β Rencana pembangunan jalan sirip sebagai akses penghubung Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung dipastikan belum dapat direalisasikan pada 2026. Proyek senilai Rp20 miliar itu terpaksa ditunda karena terkendala proses administrasi dan keterbatasan waktu pelaksanaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya menargetkan pembangunan ruas jalan sirip JLS dapat dimulai dan rampung pada tahun ini untuk mendukung konektivitas jalur selatan.
Namun, rencana tersebut batal dilaksanakan lantaran tahapan administrasi tidak memungkinkan proyek berjalan sesuai jadwal.
“Awalnya kami memang merencanakan pembangunan jalan sirip JLS pada ruas Arjosari-Sine. Namun karena keterbatasan waktu dan proses administrasi, pengerjaannya belum bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Erwin, Kamis (9/7/2026).
Baca juga :Β Dua Petugas Satpol PP Tulungagung Disanksi Usai Pesta Miras Berujung Aksi Pencurian
Menurutnya, jalan sirip yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 15 kilometer. Infrastruktur tersebut dirancang menggunakan konstruksi cor beton dan aspal hotmix guna menunjang akses menuju Jalur Lintas Selatan.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD murni 2026 untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.
“Anggaran pembangunan jalan sirip JLS sudah kami siapkan sebesar Rp20 miliar melalui APBD Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.
Meski pelaksanaan fisik ditunda, Dinas PUPR memastikan proses persiapan tetap akan dilanjutkan. Salah satunya melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pelaksanaan lelang dini agar proyek dapat segera dimulai pada awal 2027.
Baca juga :Β Mahasiswi S3 Asal Jepang Ikuti Prosesi Jamasan Situs Totok Kerot di Kediri
Erwin berharap seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan lebih cepat sehingga pekerjaan konstruksi bisa dimulai pada Januari 2027.
“Kami menargetkan proses pembangunan fisik dapat dimulai pada Januari 2027 setelah seluruh persiapan, termasuk DED dan lelang dini, selesai dilaksanakan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





