Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Penyelidikan kasus truk tangki bermuatan solar yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung terus bergulir. Dalam proses pendalaman, kepolisian menemukan fakta mengejutkan berupa dugaan keberadaan perusahaan penyedia solar yang tidak nyata atau fiktif.
Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana mengungkapkan, penyidik telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari pemeriksaan saksi hingga penelusuran dokumen pengiriman solar yang dibawa truk tersebut. Dari hasil penelusuran, polisi mendapati kejanggalan pada perusahaan yang tercantum dalam dokumen distribusi bahan bakar.
Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk perusahaan penyedia solar PT LBB serta seorang perantara berinisial H. Namun hingga kini, H belum memenuhi panggilan penyidik meski telah dipanggil dua kali.
Baca juga : Sambut Nataru, Rumah Sakit dan Puskesmas Rawat Inap di Kediri Siaga 24 Jam
“H sudah dua kali kami panggil, namun belum hadir. Saat ini masih kami telusuri keberadaannya, karena berdasarkan identitas kependudukan, yang bersangkutan bukan warga Tulungagung,” ujar AKP Ryo Pradana, Senin (22/12/2025).
Selain itu, penyidik juga mendatangi alamat PT LBB sebagaimana tercantum dalam company profile yang diserahkan PT KSE. Langkah ini dilakukan lantaran perusahaan tersebut tidak merespons panggilan pemeriksaan.
Namun, saat petugas mendatangi lokasi di Surabaya, alamat PT LBB ternyata tidak ditemukan. Polisi bahkan melakukan pengecekan terhadap dua perusahaan lain yang tercantum dalam dokumen pengiriman, dan hasilnya sama.
“Anggota kami sudah mendatangi alamat sesuai company profile yang diberikan PT KSE. Dari pengecekan di lapangan, terdapat tiga perusahaan yang alamatnya tidak sesuai atau fiktif,” jelasnya.
Baca juga : Peringati Hari Ibu, Rumah Budaya Kediri Gelar Lomba Nyanyi Se-Jawa Timur, Piala dari Wali Kota
Ketiga perusahaan tersebut masing-masing PT LBB, PT Ganani, dan PT Tiga Jaya, yang tercatat beralamat di wilayah Surabaya dan Gresik. Saat dicek, alamat-alamat tersebut justru mengarah pada ruko kosong maupun lahan kosong, sehingga kuat dugaan ketiganya merupakan perusahaan fiktif.
Dalam alur distribusi solar tersebut, PT KSE mengakui melakukan pemesanan melalui perantara berinisial H. Selanjutnya, oleh H, pesanan solar tersebut disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang kini diduga tidak memiliki keberadaan nyata.
“Skemanya, PT KSE memesan ke H sebagai perantara. Kemudian H menyalurkan ke PT LBB, PT Ganani, dan PT Tiga Jaya. Peran H ini sebagai perantara atau semacam marketing,” terang Ryo.
Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan transparan. Ia menyebut, kasus tersebut kini menjadi atensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur.
Karena berada dalam pengawasan Polda Jatim, setiap perkembangan penyidikan dilaporkan secara berkala. Kapolres memastikan tidak ada upaya penutupan dalam penanganan perkara tersebut.
“Satreskrim bekerja di bawah asistensi Ditreskrimsus Polda Jatim. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Setiap perkembangan selalu kami laporkan dan seluruh proses berjalan sesuai arahan dan petunjuk Polda,” tegas AKBP Mohammad Taat Resdi.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin




