Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar pengawasan sekaligus tera ulang di seluruh SPBU se-Kota Kediri mulai Senin (2/3) hingga Rabu (4/3). Langkah ini dilakukan untuk menjamin akurasi takaran dan kualitas bahan bakar minyak (BBM), khususnya menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 14 SPBU menjadi sasaran pemeriksaan. Pada hari pertama, tim menyisir lima SPBU di wilayah Kecamatan Mojoroto, yakni SPBU Ahmad Dahlan, SPBU Mojoroto, SPBU Raung, SPBU Tamanan, dan SPBU Campurejo.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh Ridwan, menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada ketepatan volume BBM di setiap nosel dan selang pengisian untuk seluruh jenis produk, seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo.
Baca juga : Pondok Ramadan SDN Banjaran 1 Kota Kediri, Tanamkan Nilai Keimanan Sejak Dini
“Setiap nosel diuji tiga kali menggunakan bejana ukur berkapasitas 20 liter untuk memastikan volume sesuai standar. Hasilnya, seluruh SPBU yang diperiksa menunjukkan takaran akurat dan mutu BBM dalam kondisi baik,” ujarnya.
Ridwan menegaskan, apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya akan memberikan teguran serta berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk penanganan lanjutan sesuai kewenangan.
“Sejauh ini tidak ada SPBU di Kota Kediri yang melanggar aturan. Selain itu, kami juga belum menerima laporan masyarakat terkait ketidaktepatan takaran,” tambahnya.
Ia memastikan kegiatan pengawasan akan dilakukan secara berkala dan lebih intensif menjelang hari besar keagamaan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPBU.
Sementara itu, Pengawas SPBU Mojoroto, Agung Setiono, mengapresiasi langkah Disperdagin. Menurutnya, pengawasan tersebut semakin memperkuat keyakinan masyarakat terhadap kualitas dan akurasi takaran BBM.
Baca juga : Jelang Lebaran 2026, Dishub Kota Kediri Perkuat Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Tekan Risiko Kecelakaan
Ia menjelaskan, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan internal, terutama di musim penghujan. Setiap distribusi BBM yang datang akan dicek menggunakan alat seperti hidrometer, termometer, serta gelas kaca berisi pasta air untuk mendeteksi kemungkinan kandungan air.
“Jika terdapat campuran air, indikator pasta akan berubah warna. Jadi kami pastikan kualitasnya tetap terjaga sebelum dijual ke konsumen,” jelasnya.
Melalui pengawasan ini, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melakukan pengisian BBM, khususnya menjelang periode mudik dan arus balik Idul Fitri.***
Editor: Hadiyin






