Rombongan INTI Jatim Ziarah ke Makam Gus Dur, Kenang Peran Tokoh Pluralisme

Rombongan INTI Jatim Ziarah ke Makam Gus Dur, Kenang Peran Tokoh Pluralisme
Rombongan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. (ist)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur menggelar kegiatan silaturahmi kebangsaan di Kabupaten Jombang dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, termasuk berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan lintas budaya dan agama.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ketua Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jawa Timur, Stefanus Budy, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa serta pemikiran Gus Dur yang dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang inklusif.

Ia menyebut peserta kegiatan berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Jombang, dan Malang.

Baca juga : Meski Marak Belanja Online, Apollo Super Store Dhoho Kota Kediri Masih Jadi Magnet Belanja Lebaran

“Rangkaian kegiatannya meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, serta wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong dan workshop di Museum Wayang Potehi,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, sosok Gus Dur memiliki kontribusi penting dalam membuka ruang kebebasan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

“Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan tokoh pluralisme. Beliau berani membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka,” katanya.

Stefanus menambahkan, nilai yang paling diingat dari ajaran Gus Dur adalah pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.

Selain berziarah, rombongan juga melakukan kunjungan budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Kecamatan Gudo serta mengunjungi Museum Wayang Potehi yang menjadi bagian dari pengenalan warisan budaya Tionghoa di Indonesia.

Ketua panitia kegiatan, Phoa Anditya, mengatakan kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat kesenian wayang potehi yang berkembang di Jombang.

Baca juga : Bantuan Sumur Bor Polres Kediri Disambut Antusias Warga Gurah

“Di sana kami juga melihat workshop wayang potehi. Menariknya, ternyata ada banyak santri yang belajar kesenian ini. Hal itu menjadi contoh nyata bagaimana budaya bisa menjadi jembatan persaudaraan,” ungkapnya.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, rombongan INTI Jawa Timur juga melanjutkan agenda sosial dengan membagikan sekitar 1.000 paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Jombang.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

“Harapannya kegiatan seperti ini tidak terputus. Kami ingin terus merawat memori tentang Gus Dur sekaligus memperkuat kerukunan lintas agama, budaya, dan suku di Indonesia,” pungkasnya.***

Reporter : Agung Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *