Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bandara Internasional Dhoho Kediri menyiapkan berbagai layanan untuk memastikan kelancaran arus penumpang selama Ramadan dan Lebaran 2026. Pihak bandara memprediksi puncak arus penumpang akan terjadi pada 18 Maret 2026.
General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmad Yoni Saputro, mengatakan posko angkutan Lebaran telah dibuka mulai 13 hingga 30 Maret 2026 untuk memberikan pelayanan serta informasi penerbangan kepada para penumpang.
Ia menjelaskan bahwa jumlah penumpang selama periode tersebut diperkirakan mengalami peningkatan signifikan hingga 55 persen dengan total sekitar 3.375 penumpang.
“Bandara Dhoho berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para penumpang. Kehadiran posko angkutan Lebaran ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi penerbangan sekaligus memastikan layanan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya saat kegiatan media gathering bersama wartawan di Kediri, Jumat (13/3).
Baca juga : Pos Pam Ketupat Semeru 2026 Dua Bence Beroperasi, Polisi Petakan Titik Rawan Mudik di Kediri
Rahmad menambahkan, selama periode angkutan Lebaran tahun ini terdapat 22 jadwal penerbangan yang akan melayani penumpang dari dan menuju Bandara Dhoho.
Untuk mendukung operasional, pihak bandara juga menyiapkan sebanyak 117 petugas yang bertugas di Airport Operation Control Center (AOCC) guna memantau aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang secara terpusat.
Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai mitra kerja terus diperkuat agar operasional bandara tetap berjalan lancar selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Baca juga : Pemuda Pancasila Kota Kediri Berbagi Ratusan Paket Takjil, Ini Infonya
Dalam kegiatan media gathering tersebut turut hadir sejumlah perwakilan instansi dan organisasi media, antara lain Nugroho dari SDH, Popy dari bagian Marketing Komunikasi Bandara, Ihwan Tricahyono selaku Humas PT Gudang Garam Tbk, serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kediri Raya Bambang Iswahyudi, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kediri Romi Dwi Yuliandi, dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kediri Agung Nico bersama sejumlah wartawan media cetak, elektronik, dan daring.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin





