TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 1.500 warga di Kabupaten Tulungagung akan menerima bantuan pangan (Banpang) dari pemerintah pusat pada tahun 2026. Bantuan tersebut berupa 30 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng yang akan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menerima surat instruksi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan penyaluran bantuan pangan untuk periode Februari–Maret 2026.
Berdasarkan instruksi tersebut, tercatat sebanyak 1.500 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang akan menerima alokasi bantuan. Penentuan penerima dilakukan langsung oleh pemerintah pusat berdasarkan data dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Penentuan PBP langsung dari pemerintah pusat berdasarkan DTSEN. Data tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh pemerintah desa maupun kelurahan,” ujar Yonas, Senin (16/3/2026).
Baca juga : Dahsyat, Penampilan Marching Band Genta Buana Brawijaya SMA Taruna Brawijaya Kediri Selalu Pukau Penonton
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, penerima bantuan pangan di Tulungagung tercatat sekitar 1.000 orang, sementara pada 2026 meningkat menjadi 1.500 penerima.
Setiap penerima nantinya akan memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng jenis Minyakita. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai 30.000 kilogram beras atau 30 ton serta 6.000 liter minyak goreng.
“Nantinya masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Saat ini tinggal menunggu proses penyalurannya,” jelasnya.
Yonas menambahkan, penyaluran bantuan saat ini masih menunggu distribusi minyak goreng dari pihak produsen. Meski demikian, ia memastikan seluruh bantuan pangan untuk masyarakat Tulungagung akan disalurkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
“Stok Minyakita sebenarnya ada, namun diperuntukkan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Untuk Banpang kami masih menunggu pengiriman dari produsen,” ungkapnya.
Baca juga : Hujan Tak Hambat Kelancaran Lalu Lintas di Kota Kediri
Dalam proses penyaluran nantinya, Bulog akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemerintah desa dan kelurahan untuk mengundang penerima bantuan sehari sebelum penyaluran dilakukan. Bantuan akan didistribusikan di kantor desa atau kelurahan masing-masing penerima.
Penerima bantuan diwajibkan membawa KTP dan kartu keluarga saat pengambilan bantuan. Selain itu, petugas dari TNI dan Polri juga akan melakukan pengawasan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan kembali oleh penerima.
“Setelah penyaluran selesai, akan ada proses audit untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan oleh penerima dan tidak dijual kembali,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





