Salah satu penampilan yang menyita perhatian publik terjadi saat penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (11/3). Aksi para personel marching band tersebut mendapat banyak pujian dari pengunjung yang hadir.
Pelatih marching band Genta Buana Brawijaya, Puput S. Sn, mengatakan saat ini timnya diperkuat sekitar 160 personel yang terdiri dari siswa kelas X, XI, dan XII. Selama enam tahun terakhir, ia membina tim tersebut mulai dari formasi koreografi, konsep busana, penari latar, pemilihan lagu, hingga atraksi barisan pemain.

Baca juga : Hujan Tak Hambat Kelancaran Lalu Lintas di Kota Kediri
“Semua ditata secara terarah, tertib, dan membutuhkan disiplin tinggi untuk menghasilkan pertunjukan yang berkualitas. Kami ingin setiap penampilan benar-benar berkelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum tampil para personel menjalani latihan tambahan hingga dua jam untuk memperkuat harmonisasi musik dan kekompakan gerakan.
Selain itu, berbagai properti pendukung juga digunakan untuk memperkuat visual pertunjukan, seperti hiasan kepala berbentuk singa, harimau, dan elang yang dikenakan barisan pemain drum di bagian depan.
Menurut Puput yang juga guru seni budaya, persiapan fisik menjadi bagian penting bagi para personel. Mereka rutin menjalani latihan senam dan olah tubuh guna menjaga stamina.
Baca juga : Bandara Internasional Dhoho Kediri Buka Posko Layanan Kesehatan Selama Puasa Hingga Lebaran
“Dalam pertunjukan marching band, para pemain membutuhkan tenaga dan energi yang kuat karena durasi tampil bisa mencapai satu hingga satu setengah jam,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin



