KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Arfan Hamada (7), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bendo Mongal, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (17/3/2026) sore.
Jasad siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah tersebut ditemukan sekitar pukul 16.10 WIB, dengan jarak kurang lebih 1,5 kilometer dari titik kejadian awal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari BASARNAS Trenggalek, BPBD Kabupaten Kediri, TNI/Polri, hingga relawan seperti WANA Rescue, RAPI, Senkom, dan Tagana.
“Pencarian dibagi menjadi dua tim. SRU 1 menyisir sungai menggunakan perahu karet dari DAM Dawu, sementara SRU 2 melakukan penyisiran manual dengan teknik susur buaya dari lokasi kejadian hingga DAM Dawu,” jelasnya.
Baca juga : Jelang Lebaran, BULOG Kediri Gelontorkan 685 Ton Beras dan 137 Ribu Liter Minyak untuk 34 Ribu Warga
Setelah berhasil dievakuasi menggunakan kantong jenazah, korban langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Sambirejo, Desa Tiron. Pihak keluarga saat ini masih menunggu proses identifikasi lanjutan oleh tim Inafis sebelum pemakaman dilakukan.
Selama proses pencarian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan sehingga cukup membantu kelancaran tim di lapangan.
Sebelumnya, Arfan dilaporkan hilang pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB saat bermain dan berenang di sungai bersama temannya, Muhammad Aska Alfarisi. Korban diduga terseret arus deras hingga tenggelam.
Peristiwa tersebut sempat terlambat dilaporkan karena rekan korban tidak langsung memberi tahu orang tua, lantaran merasa takut. Warga baru melakukan pencarian setelah sepeda korban ditemukan di sekitar lokasi.
Baca juga : Jelang Lebaran, BULOG Kediri Gelontorkan 685 Ton Beras dan 137 Ribu Liter Minyak untuk 34 Ribu Warga
Informasi pasti mengenai kejadian tenggelamnya Arfan baru terungkap pada malam harinya setelah keterangan diberikan kepada keluarga dan pihak kepolisian.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





