Batu, LINGKARWILIS.COM – Uji coba operasional destinasi wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sorotan tersebut bukan pada nilai investasi, melainkan dampak yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya terkait kemacetan dan tekanan terhadap lingkungan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pemerintah saat ini mengedepankan evaluasi menyeluruh sebelum memberikan izin operasional secara penuh.
Menurutnya, aspek utama yang menjadi perhatian adalah dampak riil di lapangan agar tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Yang menjadi fokus kami bukan sekadar investasi berjalan, tetapi bagaimana dampaknya dirasakan langsung di masyarakat. Jangan sampai justru menimbulkan kerugian,” tegasnya, Selasa (31/3).
Baca juga : DPUPR Kota Kediri Perbaiki Jalan Letjend Sutoyo, Tindak Lanjuti Keluhan Warga
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di ruas utama Tulungrejo kerap mengalami kepadatan setiap akhir pekan. Lonjakan kendaraan wisatawan bahkan memicu antrean panjang, menandakan kesiapan infrastruktur belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan jumlah pengunjung.
Selain persoalan lalu lintas, kawasan Bumiaji yang selama ini dikenal sebagai wilayah agrowisata juga dinilai berpotensi mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan.
Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan terhadap komitmen penggunaan lahan, yakni 30 persen untuk pembangunan dan 70 persen tetap sebagai kawasan hijau.
“Jika komitmen tersebut tidak dipatuhi, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berpengaruh dalam jangka panjang terhadap lingkungan Kota Batu,” imbuhnya.
Saat ini, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Amdal Lalu Lintas (Lalin) masih dalam tahap penyusunan. Pemkot Batu memastikan hasil kajian tersebut akan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan, termasuk kemungkinan pembatasan operasional apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Baca juga : Musisi Kediri Dyah Prasaja Gaungkan Identitas Daerah Lewat Lagu, Dorong Dukungan Nyata untuk Seniman Lokal
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna mencocokkan antara realisasi pembangunan dengan dokumen perencanaan awal. Evaluasi ini mencakup aspek aksesibilitas jalan, tata ruang, hingga dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Dalam situasi ini, Pemkot Batu memberikan penegasan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan kesiapan lingkungan dan infrastruktur. Jika tidak dikendalikan, potensi permasalahan tidak hanya sebatas kemacetan, tetapi juga risiko kerusakan kawasan yang selama ini menjadi kekuatan utama Kota Batu.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor: Hadiyin





