Musisi Kediri Dyah Prasaja Gaungkan Identitas Daerah Lewat Lagu, Dorong Dukungan Nyata untuk Seniman Lokal

Musisi Kediri Dyah Prasaja Gaungkan Identitas Daerah Lewat Lagu, Dorong Dukungan Nyata untuk Seniman Lokal
Musisi Kediri Dyah Prasaja Gaungkan Identitas Daerah Lewat Lagu, Dorong Dukungan Nyata untuk Seniman Lokal (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Musisi asal Kediri, Dyah Prasaja, kembali menegaskan komitmennya dalam mengangkat identitas daerah melalui karya musik. Hal itu ditunjukkan saat ia membawakan lagu terbarunya berjudul “Kuthoku Kediri” secara langsung dalam acara Halalbihalal Aliansi Seni Musik Kota Kediri di halaman kantor Disbudparpora, Senin (30/3/2026).

Penampilan tersebut tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga wujud konsistensi Dyah dalam menjadikan musik sebagai sarana promosi budaya dan penguatan jati diri daerah.

Dyah mengungkapkan, proses kreatif yang ia jalani berangkat dari kecintaan terhadap Kota Kediri. Karya pertamanya, “Selomang Keleng Kebak Crito” yang dirilis pada 2024, menjadi awal perjalanan bermusiknya. Lagu tersebut terinspirasi dari pengalaman sang suami saat bertugas di Kediri, sekaligus dorongan untuk mengenalkan potensi lokal.

“Respons yang saya terima sangat positif, baik dari keluarga maupun masyarakat. Itu yang membuat saya semakin semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Baca juga : Antisipasi Pohon Tumbang, DLHKP Kota Kediri Pangkas Pohon Rimbun di Jalan Kapten Tendean

Ia kemudian melanjutkan eksplorasi musikalnya melalui lagu kedua “Wong Prasojo” yang menggambarkan karakter masyarakat Kediri yang ramah. Sementara pada karya ketiganya, “Kuthoku Kediri”, Dyah menghadirkan konsep yang lebih matang, baik dari sisi musikal maupun pesan yang disampaikan.

Dalam lagu tersebut, ia mengangkat empat elemen utama, mulai dari suasana khas Kota Kediri hingga representasi kepemimpinan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang dimaknai sebagai simbol “putri” dalam narasi perjalanan daerah. Unsur religius kawasan pesantren hingga dinamika wilayah Mojoroto turut menjadi bagian dari cerita yang diangkat.

Dari sisi musikalitas, Dyah memadukan genre campursari dengan sentuhan orkestra modern. Konsep ini dirancang tidak hanya sebagai lagu, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi pertunjukan seni berdurasi sekitar enam menit yang memadukan musik, tari, dan visual.

“Lagu ini saya bayangkan bisa menjadi pertunjukan utuh, bahkan menjadi bagian dari wajah pariwisata Kota Kediri,” jelasnya.

Lebih jauh, Dyah juga menyuarakan harapan agar pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih luas bagi musisi lokal untuk tampil dalam berbagai agenda resmi. Ia menilai, selama ini panggung lebih banyak diisi kesenian tradisional, sementara musisi lokal juga memiliki potensi yang tak kalah besar.

Baca juga : Sebanyak 700 Pelajar se-Kabupaten Kediri Ikuti Seleksi Paskibraka 2026

“Kami berharap ada keberpihakan nyata. Dalam event besar seperti Hari Jadi Kota Kediri, musisi lokal juga perlu dilibatkan,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan konkret dari pemerintah akan menjadi pendorong berkembangnya ekosistem musik lokal yang lebih dinamis, kreatif, dan berdaya saing.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D