LINGKARWILIS.COM – Saat ini, lagu menjadi salah satu sarana yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyuarakan isi hati dan perasaan.
Tidak hanya itu, mendengarkan lagu menjadi salah satu rutinitas yang sering dilakukan oleh masyarakat untuk merelaksasikan otak dan pikiran.
Namun tahukah kalian bahwa ada beberapa lagu dari sejumlah musisi Tanah Air ini ternyata pernah dilarang diputar loh!
Penasaran? Berikut adalah beberapa judul lagu yang pernah dilarang diputar di Indonesia.
Minta Maaf ke Polisi! Lagu Band Punk Sukatani Bayar Bayar Bayar Terpaksa Dihapus dari Spotify
Lagu yang Pernah Dilarang Diputar di Indonesia
1. Surat untuk Wakil Rakyat – Iwan Fals
Pada masa Orde Baru, Iwan Fals mengalami hal serupa. Lagu yang dirilis pada tahun 1987 ini merupakan bagian dari album Wakil Rakyat.
Dalam lagu ini, Iwan mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tidak menjalankan tugas dengan baik, seperti kebiasaan tidur saat sidang dan kurang memperhatikan aspirasi rakyat.
Karena liriknya yang dianggap menghina serta mengkritik kinerja DPR, lagu ini sempat dilarang tayang di media dan televisi karena dinilai dapat mengganggu stabilitas politik pada masa itu.
2. Mimpi di Siang Bolong – Doel Sumbang
Lagu ini dirilis pada era 1970-an dan dengan cepat menjadi hits di kalangan anak muda saat itu.
Namun, lagu ini sempat menjadi kontroversi dan dilarang diputar pada masa Orde Baru.
Mimpi di Siang Bolong mengandung kritik terhadap pemerintahan Soeharto yang dianggap dapat mengganggu stabilitas nasional.
Lirik serta komponen musiknya dinilai provokatif dan berpotensi membentuk opini publik yang negatif terhadap pemerintah.
Meski judulnya terdengar santai, isi lagu ini sebenarnya berisi kritik terhadap elit politik yang korup dan manipulatif pada masa Orde Baru.
Lirik Lagu Garam dan Madu yang Viral dan Trending di Sosial Media, Jadi Perdebatan di X?
3. Gossip Jalanan – Slank
Lagu ini merupakan bagian dari album ke-13 Slank yang berjudul Plur, yang dirilis pada tahun 2004.
Mirip dengan Mimpi di Siang Bolong, lagu ini mengangkat isu korupsi serta manipulasi yang terjadi di kalangan elite politik dan pejabat pada masa itu.
Liriknya menggambarkan adanya mafia di kepolisian, pemilu, tentara yang bertindak sebagai pengawal pribadi, serta jaringan narkoba yang beroperasi bebas.
Karena kritikannya yang tajam, lagu ini sempat dilarang beredar karena dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional.
4. Pak Tua – Elpamas
Elpamas adalah band rock asal Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1983.
Meskipun dinyanyikan oleh Elpamas, lagu ini sebenarnya merupakan karya dari Iwan Fals.
Lagu yang termasuk dalam album Tato (1991) ini menggambarkan seorang pemimpin yang sudah tua dan rapuh, tetapi masih berusaha mempertahankan kekuasaannya.
Liriknya disajikan dengan nuansa komikal, dimana tokoh utama dalam lagu ini seolah mempertanyakan keberadaan Pak Tua dan siap untuk menggantikan posisinya.
Banyak pihak menganggap bahwa lagu ini adalah sindiran langsung terhadap Presiden Soeharto yang saat itu masih berkuasa.
Karena dianggap provokatif dan membuat pemerintah merasa terancam, lagu ini dilarang diputar di radio.
Tak hanya itu, video klip Elpamas juga dilarang tayang di televisi nasional maupun swasta.
5. Bento – Iwan Fals
Sebagai musisi yang kerap menyuarakan kritik sosial dalam lagu-lagunya, Iwan Fals juga mengalami sensor terhadap beberapa karyanya.
Selain Bento, lagu-lagu lain seperti Bongkar dan Surat untuk Wakil Rakyat juga pernah dicekal.
6. Hati yang Luka – Betharia Sonata
Lagu Hati yang Luka mengisahkan kehidupan rumah tangga yang diwarnai dengan kekerasan.
Meskipun tidak memiliki unsur sindiran terhadap pemerintah, lagu ini tetap dilarang diputar di televisi pada era Orde Baru karena dianggap sebagai lagu yang “cengeng”.
Dalam perayaan ulang tahun TVRI ke-26 pada 24 Agustus 1988, Menteri Penerangan saat itu, Harmoko, secara tegas meminta agar lagu-lagu dengan nuansa “cengeng” seperti Hati yang Luka tidak lagi diputar.
Menurutnya, lagu tersebut tidak mencerminkan realitas yang positif dan dianggap tidak bisa membangkitkan semangat kerja, sehingga dikhawatirkan dapat menghambat pembangunan negara.
Tak hanya Hati yang Luka, lagu-lagu bernuansa serupa seperti Gelas-Gelas Kaca yang dibawakan oleh Nia Daniaty juga turut dilarang.
7. Cinta Satu Malam – Melinda
Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang dilarang karena alasan politik, lagu Cinta Satu Malam dari Melinda dilarang beredar karena liriknya dinilai vulgar dan mengandung unsur cabul.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat saat itu melarang pemutaran lagu ini di media massa setelah mendapat desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.
Lagu yang diciptakan oleh Tjahjadi ini dirilis pada tahun 2009 sebagai single utama dalam album keenam Melinda. Liriknya bercerita tentang kisah cinta satu malam atau one night stand.
Selain Cinta Satu Malam, KPID Jawa Barat juga melarang sejumlah lagu lain dengan alasan serupa, seperti Mobil Bergoyang, Hamil Duluan, Aku Ingin Dilubangi, serta Mari-Mari Bercinta 2.
Dari beberapa lagu yang pernah dilarang diputar di Indonesia tersebut, adakah yang pernah kalian dengarkan?
Penulis: Rafika Pungki Wilujeng
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya






