Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Ponorogo bersiap memiliki Balai Pemasyarakatan (Bapas) sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan di luar lembaga pemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menandatangani perjanjian pinjam pakai lahan untuk pembangunan unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Penandatanganan dilakukan oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiono. Lokasi pembangunan direncanakan berada di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan.
Lisdyarita menjelaskan, keberadaan Bapas akan memperkuat layanan pembimbingan bagi klien pemasyarakatan yang menjalani program di luar lapas. Layanan ini mencakup narapidana dengan pembebasan bersyarat hingga pelaku pidana alternatif.
Baca juga : Kunker ke Mapolsek Papar, Kapolres Kediri Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
“Bapas akan membantu masyarakat yang menjalani pembebasan bersyarat, pidana kerja sosial, pidana pengawasan, serta anak yang berhadapan dengan hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kadiono menegaskan bahwa pembangunan Bapas menjadi kebutuhan mendesak seiring perubahan paradigma hukum pidana nasional. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, sistem pemidanaan kini tidak lagi bertumpu pada pemenjaraan.
“Pemenjaraan menjadi opsi terakhir. Ada alternatif seperti kerja sosial dan pengawasan yang membutuhkan peran pembimbing kemasyarakatan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan jumlah Bapas di Jawa Timur saat ini. Dari sekitar 16 ribu narapidana yang berpotensi memperoleh pembebasan bersyarat, layanan pembimbingan baru ditangani oleh tujuh Bapas dengan total 164 pembimbing kemasyarakatan.
Baca juga : SPMB 2026 Dibuka Mei, Disdik Kediri Minta Orang Tua Utamakan Sekolah Terdekat
Sebagai bagian dari program nasional, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 Bapas di berbagai daerah. Di Jawa Timur, selain Ponorogo, rencana pembangunan juga mencakup wilayah Pasuruan, Blitar, Mojokerto, dan Banyuwangi.
“Ponorogo menjadi salah satu daerah prioritas dalam program tersebut,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





