Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu mengambil langkah tegas untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Klemuk. Salah satunya dengan mengusulkan penghapusan akses jalan tersebut dari Google Maps.
Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan, membenarkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengajukan permohonan resmi agar Jalur Klemuk tidak lagi muncul sebagai rute navigasi.
“Masih kami ajukan untuk penghapusan Jalur Klemuk di Google Maps,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap tingginya angka kecelakaan di ruas Jalan Rajakwesi, Kelurahan Songgokerto, yang dikenal memiliki karakter ekstrem dan kerap memicu insiden, terutama akibat rem blong.
Baca juga : Balita 3 Tahun Ditemukan Meninggal di Ngronggo Kediri, Polisi Lakukan Olah TKP
Dengan dihapusnya jalur tersebut dari peta digital, diharapkan wisatawan maupun pengendara dari luar daerah tidak lagi diarahkan melewati rute berbahaya tersebut.
Selain upaya digital, pemerintah juga telah memberlakukan pembatasan fisik di lapangan. Kendaraan roda empat dilarang melintas, dengan pemasangan palang besi dan water barrier di sejumlah titik akses.
Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan catatan tertentu. Pengendara sepeda motor, khususnya jenis matic, diimbau untuk memilih jalur alternatif yang lebih aman.
Diketahui, Jalur Klemuk memiliki tingkat kemiringan ekstrem yang disebut mendekati 60 derajat. Kondisi tersebut menjadikannya salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Batu.
Baca juga : Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Kediri Ludes Terbakar
Meski masyarakat setempat bersama relawan telah membuat jalur penyelamat secara swadaya, kecelakaan masih kerap terjadi dan bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.
Dengan kombinasi penanganan fisik dan digital ini, Pemkot Batu berharap risiko kecelakaan di Jalur Klemuk dapat ditekan secara signifikan.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin





