KEDIRI, LINGKARWILIS.COM –Dinas Kesehatan Kota Kediri bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Wali Barokah, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 250 santri putri yang mendapatkan pemahaman terkait pola makan sehat, gizi seimbang, serta risiko konsumsi makanan tidak sehat yang kini marak di kalangan remaja.
Ketua DPC Persagi Kota Kediri Nuzul Dwi Utami menjelaskan, remaja rentan mengonsumsi junk food dan minuman tinggi gula yang dapat memicu obesitas maupun kekurangan zat gizi penting. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk potensi melahirkan generasi stunting.
“Prinsipnya sederhana, yakni menerapkan gizi seimbang sesuai konsep ‘Isi Piringku’. Remaja putri juga harus memperhatikan asupan zat besi karena banyak yang mengalami anemia,” ujarnya.
Baca juga : Kartini Tak Sekadar Emansipasi, Sarasehan di Persada Soekarno Kediri Kupas Makna Spiritual dan Kebangsaan
Ia menegaskan, pencegahan stunting tidak bisa dimulai saat kehamilan, melainkan sejak masa remaja melalui pola hidup sehat dan konsumsi gizi yang tepat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Hamida Sp.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional percepatan penurunan stunting. Santriwati dipilih sebagai sasaran karena berperan sebagai calon ibu di masa depan.
“Harapannya, mereka kelak menjadi ibu yang sehat dan melahirkan generasi yang sehat, sehingga angka stunting terus menurun, khususnya di Kota Kediri,” jelasnya.
Wakil Pengasuh Pondok Wali Barokah, Agung Rianto, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi ini penting dalam membekali santri dengan pengetahuan gizi dan PHBS.
Baca juga : TKA Diharapkan Dongkrak Prestasi Siswa, DPRD Kediri Soroti Peningkatan Kualitas Pelaksanaan
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah. Ini langkah penting dalam menyiapkan generasi unggul dan berkualitas,” ungkapnya.
Selain edukasi, pihak pondok juga telah menjalankan program pemenuhan gizi bagi santri yang kini diperkuat dengan dukungan pemerintah.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan, upaya menekan angka stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






