Blitar, LINGKARWILIS.COM – Kecelakaan truk yang tertemper kereta api Dhoho relasi Blitar–Surabaya via Malang mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Selain memeriksa sejumlah saksi, kasus ini juga menjadi atensi Polda Jawa Timur yang langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno mengungkapkan, sehari setelah insiden, pihaknya telah mengumpulkan keterangan sedikitnya lima saksi. Mereka terdiri dari penjaga palang pintu, sopir truk, serta warga sekitar yang pertama kali melihat kendaraan dalam kondisi mogok.
“Keterangan saksi ini menjadi bahan utama dalam penyelidikan untuk mengungkap kronologi pasti kejadian,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya itu, tim dari Polda Jawa Timur yang tergabung dalam unit Traffic Accident Analysis turut diterjunkan. Mereka membawa peralatan khusus guna mengumpulkan dan menganalisis data di lapangan. Hasil penyelidikan nantinya akan dikaji bersama dengan keterangan para saksi.
Baca juga : Ular Piton 3 Meter Gegerkan Warga Kediri Saat Memangsa Ayam
“Seperti apa hasilnya, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” imbuhnya.
Sementara itu, proses evakuasi truk pascakejadian berlangsung cukup lama. Muatan pasir yang dibawa harus dipindahkan terlebih dahulu ke kendaraan lain sebelum truk dapat dievakuasi. Proses ini baru rampung pada Rabu dini hari dengan pengamanan dari petugas kepolisian.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi di perlintasan resmi Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4) sekitar pukul 21.35 WIB. Truk bermuatan pasir yang melaju dari arah utara tiba-tiba mogok di dekat rel, tepat saat kereta api hendak melintas.
Warga sempat berupaya memindahkan kendaraan, namun gagal karena ukuran dan beban truk yang terlalu besar. Meski masinis telah melakukan pengereman, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.
Baca juga : SATPAS Polres Blitar Percepat Tindak Lanjut Aduan, Wujudkan Pelayanan SIM Lebih Responsif
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian depan truk dan lokomotif mengalami kerusakan, sehingga kereta sempat kembali ke stasiun untuk penggantian lokomotif sebelum melanjutkan perjalanan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin






