Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mematangkan kesiapan dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah konkretnya dilakukan melalui peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Wali Songo yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan.
Peresmian SPPG Pondok Wali Songo di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Kamis (7/5/2026), menjadi bagian penting dari sinergi pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak di Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir langsung meninjau fasilitas dapur serta proses penyajian makanan yang nantinya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Baca juga : Jaga Eksistensi Budaya, Pemkot Kediri Tingkatkan Kapasitas Pelaku Seni dan Budaya Melalui Bimtek
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengapresiasi langkah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lamongan dan Yayasan Wali Songo yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi.
“Alhamdulillah, hari ini saya meresmikan SPPG Pondok Wali Songo yang dikelola oleh LDII Lamongan. Tentu kami menyampaikan terima kasih karena ini adalah bentuk dukungan terhadap program Bapak Presiden, khususnya program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas pelayanan dan penyajian makanan agar SPPG Pondok Wali Songo dapat menjadi percontohan bagi SPPG lain di Kabupaten Lamongan, terutama dalam kepatuhan terhadap regulasi dari Badan Gizi Nasional.
Baca juga : Bupati Kediri Mas Dhito Wacanakan dan Kaji Penerapan Sekolah Lima Hari di Kabupaten Kediri
“Mari kita terus jaga kualitas dari apa yang akan diberikan kepada penerima manfaat, sehingga kepercayaan masyarakat dan menu-menu yang disajikan semakin baik agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsi makanan bergizi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lamongan, Agus Yudi menjelaskan, SPPG yang dikelola pihaknya dirancang sesuai standar operasional prosedur yang ketat, mulai dari sanitasi hingga ketepatan nilai gizi dan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Harapan kita, SPPG di Pondok Wali Songo ini bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya, terutama dalam ketaatan aturan dari BGN, termasuk penyediaan fasilitas IPAL yang baru,” katanya.
Agus menambahkan, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama, termasuk standar harga dan tata penyajian.
“Untuk makanan harus sesuai standar Rp10 ribu dan penyajiannya juga harus baik. SOP yang ada juga harus jelas sesuai ketentuan. Intinya SPPG ini harus menjadi teladan bagi yang lain,” jelasnya.
Ia memaparkan, LDII melalui berbagai yayasan telah menyiapkan total 20 dapur di sejumlah titik untuk menjangkau lebih banyak anak sekolah di Kabupaten Lamongan.
“Total ada 20 dapur yang kami siapkan. Semua ini kami arahkan untuk menjadi unit pelayanan yang teladan. Jika ada kekurangan, kami sangat terbuka untuk mendapatkan arahan dan pembenahan agar program ini berjalan sempurna mendukung visi pemerintah pusat,” pungkasnya.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin






