Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung hingga kini masih berstatus suspend atau penghentian operasional sementara. Kendati demikian, Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) memastikan sebagian besar dapur SPPG kini mulai menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Anggota Satgas MBG Tulungagung, Mamik Hidayah, mengatakan status suspend terhadap enam dapur SPPG masih diberlakukan sejak munculnya insiden dugaan keracunan MBG pada awal 2026 lalu. Hingga saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) belum mencabut status tersebut.
Menurutnya, keenam dapur SPPG tersebut masih harus memenuhi persyaratan administrasi berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini, proses pengajuan masih berlangsung melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Untuk memperoleh SLHS, dapur SPPG harus melengkapi sejumlah dokumen administrasi yang diajukan melalui OSS. Saat ini proses itu masih berjalan,” ujar Mamik, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga : Razia Gabungan Lapas Kediri, Benda Tajam Rakitan Disita, Ini Infonya
Ia menambahkan, pasca kasus dugaan keracunan MBG awal tahun ini, pihaknya terus melakukan monitoring secara rutin terhadap operasional dapur SPPG di Tulungagung. Dari hasil pemantauan terbaru, banyak dapur mulai melakukan pembenahan, baik dari sisi kebersihan maupun prosedur penyajian makanan.
Sebelumnya, pada awal 2026 hingga memasuki Ramadan, Satgas masih menemukan sejumlah dapur SPPG yang belum menjalankan SOP sesuai ketentuan BGN. Namun kini, mayoritas dapur disebut sudah menerapkan standar yang lebih baik, terutama terkait higienitas area dapur.
“Minggu lalu kami kembali melakukan monitoring dan hasilnya ada banyak perubahan. Tingkat kebersihan dapur meningkat dan prosedur penyajian makanan juga sudah mengikuti SOP,” jelasnya.
Penerapan SOP tersebut dinilai penting untuk meminimalisir risiko kontaminasi bakteri atau kuman pada menu MBG yang disiapkan dapur SPPG. Dengan demikian, makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat diharapkan lebih higienis dan aman dikonsumsi.
Selain itu, Satgas MBG mencatat hingga kini baru 52 dapur SPPG yang telah mengantongi SLHS dari total 125 dapur SPPG yang beroperasi di Tulungagung. Artinya, masih ada 73 dapur yang saat ini dalam proses melengkapi dokumen administrasi untuk pengajuan sertifikat tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi insiden dugaan keracunan MBG di Tulungagung karena sebagian besar dapur sudah mulai menerapkan SOP,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






