Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Ledakan keras menggegerkan warga Dusun Bakalan, Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Belakangan diketahui, ledakan tersebut berasal dari petasan rakitan milik Moch Sukar (37), warga setempat. Akibat insiden itu, korban mengalami luka bakar serius hingga mencapai 75 persen.
Tak hanya menyebabkan korban terluka parah, ledakan juga mengakibatkan rumah milik korban mengalami kerusakan berat. Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan berdatangan ke lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, petasan tersebut dirakit sendiri oleh korban dan rencananya akan digunakan untuk memeriahkan Hari Raya Idul Adha.
Baca juga : Pecinta Aglonema dan Anthurium Tumplek Blek Hadiri Lelang Tanaman Hias Keliling di Kediri
“Menurut keterangan orang tua korban, petasan yang meledak merupakan racikan korban sendiri yang akan digunakan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha,” ujar Fajar.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan warga ke Polsek Patianrowo. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sekitar 1,5 kilogram bubuk bahan petasan.
Selain itu, petugas juga mengamankan satu petasan berukuran besar, 118 petasan ukuran sedang, serta 304 petasan ukuran kecil.
“Petugas juga menemukan satu renteng petasan berisi 45 buah, enam mercon berbahan botol plastik, serta satu timbangan digital,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, bahan baku petasan tersebut diperoleh dengan cara membeli secara online.
“Keterangan dari orang tua korban, bubuk petasan dibeli secara online dan rencananya digunakan untuk pesta saat Idul Adha,” tambah Fajar.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSD Kertosono akibat luka bakar yang dialaminya. Sementara seluruh barang bukti telah diamankan ke Polsek Patianrowo untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.***
Editor: Muji Hartono






