Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Kabupaten Kediri. Virus yang ditularkan melalui tikus rumah maupun tikus got tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan kesehatan serius hingga mengancam nyawa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib mengatakan, penularan hantavirus dapat terjadi melalui gigitan tikus, paparan air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup manusia. Gejala awal biasanya muncul sekitar satu minggu setelah paparan terjadi.
“Gejalanya mirip flu seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala berat hingga sesak napas. Jika kondisi itu muncul, masyarakat harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secepatnya,” ujarnya.
Baca juga : Tangis Haru Iringi Pemberangkatan 281 Jamaah Haji Kota Kediri dari GOR Joyoboyo
Menurut Khatib, hantavirus termasuk penyakit yang perlu diwaspadai karena penyebarannya cukup cepat apabila lingkungan tidak terjaga kebersihannya. Tikus umumnya berkembang di area lembab, kotor, serta tempat yang banyak sumber makanan.
Karena itu, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan rumah, serta memastikan makanan tersimpan aman agar tidak terkontaminasi tikus.
“Tikus sering berpindah tempat dan membawa berbagai sumber penyakit. Karena itu kebersihan lingkungan rumah dan makanan harus benar-benar dijaga,” katanya.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Dinkes Kabupaten Kediri juga meminta seluruh petugas layanan kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan hantavirus.
Baca juga : Perkim Kabupaten Kediri Pasang 86 Titik PJU Baru di Tiga Wilayah
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dini agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenali gejala awal penyakit yang ditularkan hewan pengerat tersebut.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






