Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo kembali menghadirkan International Class Program (ICP) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Pada tahun ini, program kelas internasional tersebut hanya diselenggarakan di lima sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan bahwa ICP kini memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diterapkan di sekolah negeri. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.
“Tidak seluruh SMP negeri menyelenggarakan ICP. Tahun ini hanya lima sekolah yang ditunjuk untuk menjalankan program tersebut,” ujar Nurhadi.
Adapun lima sekolah yang menjadi penyelenggara ICP yakni SMP Negeri 1 Ponorogo, SMP Negeri 2 Ponorogo, SMP Negeri 4 Ponorogo, SMP Negeri 6 Ponorogo, dan SMP Negeri 1 Jetis.
Baca juga : Permintaan Meningkat Saat Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Menurut Nurhadi, keberadaan kelas internasional merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan potensi dan karakter peserta didik. Program ini juga ditujukan bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan lebih dalam bidang akademik maupun penguasaan bahasa asing.
Ia menegaskan, pelaksanaan ICP tidak akan mengurangi ataupun menambah kuota penerimaan peserta didik baru di masing-masing sekolah. Jumlah siswa yang diterima tetap mengacu pada pagu yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Setiap kelas ICP dibatasi sekitar 25 hingga 30 siswa,” jelasnya.
Selain menitikberatkan pada penguatan kompetensi akademik, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris para siswa. Dalam proses pembelajarannya, sekolah mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional Cambridge.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya Tumbuh Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp2,67 Triliun hingga April 2026
“Melalui program ini, diharapkan kemampuan bahasa Inggris siswa semakin berkembang sehingga mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





