KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Tenun ikat khas Bandar Kidul, Kota Kediri, kembali menunjukkan pesonanya di mata dunia. Sejumlah akademisi, peneliti budaya, dan desainer dari Australia, Inggris, Malaysia, Taiwan, China, hingga Jepang mengunjungi sentra tenun ikat Bandar Kidul, Jum’at (5/6/2026).
Kunjungan yang difasilitasi Universitas Ciputra Surabaya itu menjadi momentum penting memperkenalkan warisan budaya Kota Kediri ke tingkat internasional.
Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Zarkasyi, mengapresiasi perhatian dunia terhadap tenun ikat Bandar Kidul.
Menurutnya, tenun ikat merupakan warisan budaya yang wajib dijaga sekaligus memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.
Baca juga :Β Dishub Kota Kediri Uji Coba Parkir Satu Sisi di Jalan Stasiun, Fokus Ciptakan Lalu Lintas Lebih Tertib
“Ini warisan budaya yang harus kita lestarikan untuk anak cucu. Pemerintah juga perlu terus mendorong pengembangannya agar semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Mojoroto, Abdul Rahman, berharap kunjungan tersebut mampu memperkuat regenerasi penenun melalui rencana pembentukan sekolah tenun di Kota Kediri ke depannya.
Dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Surabaya, Dekan Susan , mengaku kagum dengan proses pembuatan tenun ikat yang masih dilakukan secara manual di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). “Tenun ikat Kediri memiliki cerita dan nilai budaya yang sangat kuat. Potensi ini layak diperkenalkan lebih luas melalui kolaborasi dan ajang fashion internasional,” katanya.
Baca juga :Β Dishub Kota Kediri Uji Coba Parkir Satu Sisi di Jalan Stasiun, Fokus Ciptakan Lalu Lintas Lebih Tertib
Ketua Pokdarwis Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto, menilai kunjungan tersebut membuka peluang besar bagi produk tenun ikat Kediri untuk menembus pasar global.
Hal senada disampaikan Ketua Kadin Kota Kediri, Novianti Handayani., ia berharap generasi muda semakin mencintai tenun ikat sehingga identitas budaya Kota Kediri tetap lestari sekaligus mampu bersaing di pasar internasional.
“Tenun Ikat Bandar Kidul bukan hanya kebanggaan Kota Kediri, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi duta budaya dan motor ekonomi kreatif yang mendunia,” tuturnya.***
Reporter Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

