Truk Bertonase Besar Masih Melintas di Jalur Alternatif, Jalan Kabupaten Tulungagung Terancam Rusak

Truk Bertonase Besar Masih Melintas di Jalur Alternatif, Jalan Kabupaten Tulungagung Terancam Rusak
Kondisi ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif khusus kendaraan roda dua dan roda empat masih tetap dilalui kendaraan roda enam keatas (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Penutupan Jembatan Gondang untuk proses perbaikan mulai menimbulkan persoalan baru. Sejumlah kendaraan bertonase besar dilaporkan masih nekat melintasi jalur alternatif di Kecamatan Gondang, sehingga berpotensi merusak ruas jalan kabupaten yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Ferdi Arif Iswahyudi, mengatakan petugas di lapangan masih menemukan banyak kendaraan roda enam atau lebih yang melintasi jalur alternatif di wilayah Kecamatan Gondang.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Padahal, jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda empat selama proses perbaikan Jembatan Gondang berlangsung.

“Kendaraan bertonase besar masih banyak ditemukan melintas di jalur alternatif, khususnya di kawasan timur Simpang Tiga Jetakan dan Jalan Mojoarum,” ujar Ferdi, Selasa (9/6/2026).

Baca juga :Β Pasar Tradisional di Tulungagung Mati Suri dan Ditinggalkan Pedagang, Disperindag Terbitkan Surat Teguran

Menurutnya, Dishub bersama Satlantas Polres Tulungagung sebenarnya telah menyiapkan jalur khusus bagi kendaraan roda enam ke atas, yakni melalui Simpang Empat Tamanan menuju Kecamatan Bandung hingga tembus Simpang Empat Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Meski volume kendaraan di jalur tersebut meningkat, arus lalu lintas dinilai masih dapat berjalan lancar.

Ferdi menilai masih masuknya kendaraan berat ke jalur alternatif disebabkan belum optimalnya penyediaan perlengkapan lalu lintas oleh pihak pelaksana proyek perbaikan Jembatan Gondang, yakni PT Permaya Alami Sakti.

Sesuai kesepakatan, pelaksana proyek diwajibkan menyediakan berbagai perlengkapan pendukung, seperti portal pembatas kendaraan dan rambu-rambu petunjuk jalan. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum memenuhi kebutuhan.

“Portal untuk membatasi kendaraan besar belum tersedia secara maksimal, sementara rambu-rambu yang dipasang ukurannya kecil dan kurang terlihat oleh pengemudi kendaraan besar,” jelasnya.

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, jalan kabupaten di Kecamatan Gondang berpotensi mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas.

Baca juga :Β Potensi Sampah Kabupaten Kediri Capai 667 Ton per Hari, DLH Gencarkan Pengurangan Sampah Plastik

Menurut Ferdi, jangan sampai proyek peningkatan infrastruktur Jembatan Gondang justru menimbulkan kerusakan pada ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif.

Dishub dan Satlantas Polres Tulungagung, lanjutnya, selama ini hanya membantu mengatur rekayasa lalu lintas akibat penutupan jembatan. Karena itu, penyediaan fasilitas pendukung tetap menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.

“Kami sudah beberapa kali meminta agar portal dan perlengkapan jalan segera dilengkapi. Jika tidak, kendaraan berat akan terus masuk dan petugas di lapangan juga akan kesulitan melakukan pengaturan lalu lintas,” tegasnya.

Dishub berharap pihak pelaksana proyek segera memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati agar pengalihan arus lalu lintas berjalan efektif serta mampu melindungi infrastruktur jalan kabupaten dari potensi kerusakan selama proses perbaikan Jembatan Gondang berlangsung.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *