Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Sebanyak 47 pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat terjaring razia yang digelar petugas gabungan di sejumlah warung kopi di Tulungagung, Senin (15/6/2026). Mereka kedapatan berada di warung kopi dengan mengenakan seragam sekolah pada saat jam belajar berlangsung.
Razia tersebut digelar oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Tulungagung, Dinas Pendidikan, dan kepolisian sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai banyaknya pelajar yang berkeliaran dan nongkrong saat jam pelajaran.
Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Tulungagung, Kabul Nurkuat, mengatakan operasi dilakukan di empat lokasi, masing-masing dua warung kopi di Kecamatan Kauman dan dua titik di kawasan Wisata Kuliner Pinka Tulungagung.
Baca juga :Β Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu Kuning Kediri Tetap Pertahankan Harga Jual
“Razia kami lakukan berdasarkan aduan masyarakat. Ada empat warung kopi di Kecamatan Kauman dan Pinka yang dirazia dengan total pelajar terjaring sebanyak 47 orang,” ujarnya.
Saat pemeriksaan berlangsung, petugas mendapati para pelajar tengah asyik berkumpul di warung kopi meski masih mengenakan atribut sekolah. Sebagian di antaranya berdalih sedang mengalami jam kosong atau telah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Namun demikian, petugas tetap melakukan pendataan dan pembinaan terhadap seluruh pelajar yang terjaring.
Sebagai bentuk edukasi, para pelajar diminta mengikuti kegiatan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan. Mereka diarahkan untuk berbaris, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta mengucapkan teks Pancasila.
“Sebagai bentuk pembinaan, kami meminta mereka untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membaca teks Pancasila,” kata Kabul.
Selain pembinaan di lokasi, identitas para pelajar beserta sekolah asalnya juga didata. Data tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Tulungagung untuk ditindaklanjuti melalui pembinaan lanjutan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah.
Baca juga :Β Warga Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras Bulog Kediri 98.806 Ton Cukup hingga 14 Bulan
Kabul mengimbau para pelajar agar tidak memanfaatkan jam sekolah untuk nongkrong di warung kopi. Jika memang kegiatan belajar telah selesai, mereka juga diminta tidak mengenakan seragam sekolah saat berada di tempat umum.
Pihaknya juga mengajak para pemilik warung kopi untuk turut menjaga ketertiban dengan mengingatkan atau menolak pelajar berseragam yang datang saat jam pelajaran berlangsung.
Menurutnya, operasi serupa akan terus digelar secara berkala sebagai upaya menekan angka pelajar yang membolos dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih disiplin.
“Razia ini akan rutin kami lakukan sesuai aduan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjamin adanya ketertiban agar pelajar tidak bolos sekolah,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





