Hari Jadi Kota Madiun, DPRD dan Pemkot Fokus Tangani Kemiskinan dan Pengangguran

Hari Jadi Kota Madiun, DPRD dan Pemkot Fokus Tangani Kemiskinan dan Pengangguran
DPRD Kota Madiun dan Pemkot saat potong tumpeng (ist)

Madiun, LINGKARWILIS.COM – DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat DPRD tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengatakan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak boleh membuat semua pihak lengah. Menurutnya, sejumlah persoalan strategis masih perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kemiskinan, pengangguran, serta dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap kesejahteraan masyarakat.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Ia menegaskan DPRD siap mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dukungan tersebut juga akan diwujudkan melalui pembahasan anggaran yang lebih diarahkan pada program-program prioritas dan berdampak langsung bagi warga.

Baca juga : Ban Pecah, Truk Muatan Air Mineral Terbalik di Sukomoro Nganjuk, Dua Orang Alami Luka Ringan

“Jika program tersebut benar-benar untuk kepentingan masyarakat, tentu akan kami perjuangkan. Fokus kami adalah mendukung kegiatan yang mampu menjawab tantangan politik, keuangan, dan kondisi ekonomi yang berkembang saat ini,” ujar Armaya usai rapat paripurna.

Menurutnya, Kota Madiun memiliki modal yang cukup kuat untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial. Dengan luas wilayah sekitar 33 kilometer persegi, jumlah penduduk mencapai 210 ribu jiwa, serta dukungan APBD sekitar Rp1,1 triliun, pemerintah daerah dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran.

Karena itu, Armaya mendorong agar penggunaan anggaran lebih difokuskan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran.

“Program yang kurang prioritas bisa dikurangi dan dialihkan untuk menangani persoalan sosial yang lebih mendesak. Itu yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global, termasuk kenaikan harga energi maupun kebutuhan pokok.

Bagus menegaskan bahwa Pemkot Madiun terbuka terhadap masukan dari DPRD dalam setiap penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan.

Baca juga : TIMPORA Jombang Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Kediri Dorong Pertukaran Informasi yang Cepat dan Akurat

“Strategi yang telah disiapkan akan kami komunikasikan dengan DPRD agar mendapatkan masukan dan penyempurnaan. Yang jelas, seluruh program akan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Madiun yang diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi warga.

Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Madiun, pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan efektivitas penanganan melalui pendataan yang lebih rinci hingga tingkat keluarga.

Pendataan tersebut akan melibatkan lurah, ketua RT, serta sekitar 2.600 kader Dasawisma untuk memastikan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Kami ingin intervensi yang dilakukan lebih spesifik dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Karena itu pendataan dilakukan secara detail dengan prioritas utama pada penanganan kemiskinan dan pengangguran,” pungkas Bagus Panuntun.***

Reporter : Agus Sulistyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *