OJK Kediri Gelar Edukasi SICANTIK, Dorong Perempuan Makin Cakap Kelola Keuangan Keluarga

OJK Kediri Gelar Edukasi SICANTIK, Dorong Perempuan Makin Cakap Kelola Keuangan Keluarga
OJK Kediri Gelar Edukasi SICANTIK (Prokopim Kota Kediri)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar kegiatan Edukasi Keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan (SICANTIK) di GOR Jayabaya, Rabu (25/6). Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak PKK Kota Kediri ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Sebanyak 125 pengurus dan anggota PKK Kota Kediri mengikuti kegiatan tersebut. Dalam edukasi itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara tepat, serta langkah-langkah menghindari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi di era digital.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang cukup besar. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di angka 66,46 persen.

Baca juga : Atlet Selam Kabupaten Kediri Genjot Latihan Jelang Porprov 2027, Bidik Tambahan Medali Emas

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risiko yang menyertainya.

“Masih terdapat kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan dan pemahaman terhadap produk keuangan itu sendiri. Karena itu, edukasi seperti ini menjadi sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ismirani.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 65,58 persen.

Melalui program SICANTIK, OJK mendorong kaum perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.

“Kami mengajak ibu-ibu untuk semakin memahami cara mengelola keuangan yang baik, mengenali aktivitas keuangan ilegal, serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas. Masyarakat juga harus lebih selektif dalam memilih aplikasi maupun tautan yang diakses melalui perangkat digital,” jelasnya.

Baca juga : Selama Libur Sekolah, Siswa di Kabupaten Kediri Sementara Tidak Menerima MBG

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya Wanti, anggota Pokja I Kelurahan Dandangan, yang mengaku selama ini selalu mencatat seluruh pengeluaran keluarga untuk memastikan kondisi keuangan tetap terkendali.

“Semua pengeluaran saya catat, mulai kebutuhan makan, biaya sekolah anak, arisan hingga kebutuhan mendesak lainnya. Dengan begitu saya bisa mengetahui berapa yang harus ditabung dan memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi,” katanya.

Menurut Wanti, kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan penting bagi perempuan karena berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan keluarga. Sebagai pengurus PKK tingkat RW, dirinya juga berkomitmen menyebarluaskan materi yang diperoleh kepada masyarakat melalui berbagai forum di lingkungan setempat.

“Harapannya, ibu-ibu semakin cakap dan bijak dalam mengelola keuangan keluarga. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga dapat terus dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqah Azizah Muhammad Qowimuddin atau yang akrab disapa Ning Faiqoh, menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah semakin mudahnya akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman daring hingga investasi digital.

“Perkembangan layanan keuangan saat ini berlangsung sangat cepat dan mudah diakses. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi para ibu yang memiliki peran besar dalam mengatur keuangan keluarga,” tuturnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri masing-masing, tetapi juga dapat disebarkan kepada keluarga, kader PKK, dan masyarakat luas agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

“Semoga ibu-ibu bisa menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mengelola keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri selaku Ketua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, serta perwakilan sejumlah perbankan.***

Editor  : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *