SPMB 2026 di Tulungagung : Tiga SD Tak Dapat Murid Baru, Tiga Sekolah Lain Hanya Terima Maksimal Dua Siswa

SPMB 2026 di Tulungagung: Tiga SD Tak Dapat Murid Baru, Tiga Sekolah Lain Hanya Terima Maksimal Dua Siswa
Kegiatan MPLS 2026 di SDN 2 Plandaan Tulungagung yang hanya memiliki 16 siswa jenjang kelas 1-6 (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung mengalami minimnya jumlah peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, tiga sekolah tercatat tidak memperoleh murid baru sama sekali, sementara tiga sekolah lainnya hanya menerima satu hingga dua siswa.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan proses rekapitulasi hasil SPMB masih berlangsung. Dari total 634 SD negeri dan swasta di Tulungagung, sementara ini terdapat tiga sekolah yang belum mendapatkan peserta didik baru.

“Proses rekapitulasi masih berlangsung, sehingga data ini masih memungkinkan berubah. Untuk sementara ada tiga sekolah yang belum memperoleh murid baru,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ketiga sekolah tersebut yakni SD Swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.

Baca juga :Β Sebanyak 630 Remaja di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS, KPA Gencarkan Edukasi Saat MPLS 2026

Menurut Rifka, kondisi SD Swasta Dlodo berbeda dengan dua sekolah lainnya. Yayasan yang menaungi sekolah tersebut memang telah merencanakan penutupan karena kekurangan tenaga pendidik dan jumlah siswa yang terus menurun.

“Terakhir hanya tersisa dua siswa kelas V dan sudah dipindahkan ke sekolah lain,” jelasnya.

Sementara itu, SDN 4 Besuki tidak mendapatkan murid baru karena faktor geografis dan minimnya jumlah anak usia sekolah di wilayah setempat. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung bagi delapan siswa yang masih terdaftar.

“SDN 4 Besuki tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk delapan murid yang tersisa,” katanya.

Selain tiga sekolah tanpa murid baru, Disdik juga mencatat tiga SD lainnya hanya memperoleh peserta didik baru dalam jumlah sangat sedikit.

Baca juga :Β Koramil 0809/02 Pesantren Beri Pembekalan Disiplin dan Wawasan Kebangsaan kepada 300 Siswa Baru SMPN 9 Kediri

SDN 2 Sembon di Kecamatan Karangrejo hanya menerima satu murid baru, sedangkan SDN 2 Plandaan di Kecamatan Kedungwaru dan SDN Pucung di Kecamatan Ngantru masing-masing memperoleh dua siswa baru.

Di sisi lain, Rifka menyebut terdapat sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah peserta didik baru dibanding tahun sebelumnya. SDN 2 Kedungwaru, yang sebelumnya juga mengalami kekurangan pendaftar, kini mampu memperoleh 11 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Disdik Tulungagung menilai minimnya jumlah murid di sejumlah sekolah dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya berkurangnya jumlah anak usia sekolah serta kondisi geografis yang membuat sebagian wilayah memiliki potensi peserta didik yang sangat terbatas.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri.

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *