Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai mengevaluasi pemerataan pendidikan dasar setelah empat sekolah dasar (SD) negeri tidak memperoleh peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah regrouping atau penggabungan sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan wacana regrouping masih dalam tahap kajian. Pemerintah daerah terlebih dahulu akan melakukan pemetaan terhadap berbagai faktor yang menyebabkan minimnya minat masyarakat mendaftarkan anak ke sejumlah sekolah tersebut.
“Harus kami kaji bersama. Yang terlihat sekarang, masyarakat lebih banyak memilih sekolah swasta karena dianggap memiliki program yang lebih menarik,” ujar Lisdyarita.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu mengakui sekolah negeri masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan berbagai program pendidikan. Hal tersebut antara lain disebabkan sebagian besar kegiatan sekolah masih bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Bca juga :Β Gedung Setda Kabupaten Kediri Kembali Difungsikan, Mas Dhito Minta Pelayanan Publik Lebih Optimal
Karena itu, Pemkab Ponorogo berupaya merumuskan strategi agar sekolah negeri memiliki program yang lebih inovatif dan kompetitif sehingga mampu meningkatkan daya tarik di tengah masyarakat.
“Kami ingin sekolah negeri juga memiliki kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat,” katanya.
Selain itu, Lisdyarita mengimbau masyarakat agar tidak hanya memusatkan pilihan pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, setiap sekolah memiliki peluang yang sama untuk mencetak lulusan berkualitas apabila didukung lingkungan belajar yang baik serta akses yang mudah dijangkau.
“Semua sekolah punya potensi. Jangan sampai siswa hanya menumpuk di sekolah tertentu,” tegasnya.
Baca juga :Β Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Permudah Akses dan Dorong Perekonomian Warga Kaliboto
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mencatat terdapat empat SD negeri yang tidak menerima satu pun murid baru pada SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Keempat sekolah tersebut yakni SDN Nailan, SDN Setono, SDN 3 Pomahan, dan SDN 4 Tempuran.
Kondisi tersebut kini menjadi perhatian Pemkab Ponorogo dan akan dijadikan bahan evaluasi dalam upaya menata pemerataan layanan pendidikan dasar di Kabupaten Ponorogo.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





