Monumen SLG Jadi Inspirasi Koreografer Kediri Lahirkan Karya Tari Bertema Ikon Daerah

Monumen SLG Jadi Inspirasi Koreografer Kediri Lahirkan Karya Tari Bertema Ikon Daerah
Lima penari bawakan tarian Simpang Lima Gumul (SLG) di hari koperasi beberapa hari lalu di HCC SLG (Bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Keindahan dan kemegahan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri tak hanya menjadi magnet wisata, tetapi juga menginspirasi lahirnya sebuah karya seni tari. Ikon Kabupaten Kediri tersebut menjadi sumber inspirasi bagi koreografer sekaligus seniman tari, Lintang Ratri Gumintang, untuk menciptakan tarian bertema Monumen SLG yang telah dipentaskan dalam peringatan Hari Koperasi beberapa waktu lalu di hadapan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) beserta para tamu undangan.

Lintang Ratri Gumintang, pemilik Sanggar Tari Lintang Gumintang di Kecamatan Kepung, mengaku proses penciptaan karya tersebut memerlukan waktu cukup panjang. Ia melakukan eksplorasi gerak, rasa, dan konsep agar mampu menerjemahkan nilai estetika Monumen SLG ke dalam sebuah pertunjukan tari.

“Selama ini Monumen SLG menjadi magnet bagi masyarakat Kediri maupun wisatawan dari berbagai daerah. Dari siang hingga malam hari selalu ramai pengunjung. Keindahannya semakin terasa saat sore dan malam, ketika cahaya lampu taman menciptakan suasana yang harmonis dan memikat. Dari situlah lahir ide untuk menciptakan Tari Monumen SLG,” ujarnya.

Baca juga :Β Komisi II DPRD Kabupaten Kediri Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Ikan Hias SLG dalam Audiensi

Guru Seni Budaya di SMA Negeri 1 Puncu tersebut dikenal sebagai koreografer yang telah menghasilkan ratusan karya tari yang mengangkat kearifan lokal Kabupaten Kediri. Berbagai karya yang diciptakannya banyak terinspirasi dari kekayaan sejarah, budaya, serta tradisi daerah.

Menurut Lintang, setiap karya yang lahir selalu melalui proses pencarian ide dan eksplorasi yang mendalam agar menghasilkan sajian tari yang memiliki karakter serta nilai artistik yang berbeda.

“Kami selalu berupaya menghadirkan karya yang baru dengan tetap berakar pada budaya lokal Kabupaten Kediri,” katanya.

Tari Monumen SLG dibawakan oleh lima penari dari Sanggar Tari Lintang Gumintang, yakni Azahra, Madu Fatma, Clarisa, Diah Sumekar, dan Sartika.

Lintang mengatakan para penari tersebut telah lama menjalani proses latihan bersama sanggar sehingga memiliki kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam membawakan berbagai karya tari.

Baca juga :Β Sehari, Damkar Kabupaten Kediri Tangani 11 Kebakaran di Berbagai Wilayah

“Mereka sudah lama berproses bersama kami. Pengalaman mereka di dunia tari membuat penampilannya tidak diragukan lagi,” pungkasnya.***

Reporter: bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *