Kediri, LINGKARWILIS.COM β Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kediri bekerja ekstra keras menghadapi meningkatnya kejadian kebakaran selama musim kemarau. Dalam sehari, Jumat (24/7/2026), petugas menangani 11 peristiwa kebakaran yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kediri.
Meski seluruh kebakaran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan seluruh laporan kebakaran yang masuk berhasil ditangani oleh personel Damkar.
“Pada Jumat (24/7) terjadi 11 kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Kediri dan seluruhnya berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar,” ujarnya.
Baca juga :Β BPBD Kabupaten Kediri Edukasi Keselamatan Air kepada Anak PAUD dan TK di Hari Anak Nasional
Adapun lokasi kebakaran meliputi kandang puyuh milik Jaswadi di Desa Keling, Kecamatan Kepung, rumah milik Rofiah di Desa Kencong, Kecamatan Kepung, rumpun bambu milik Sukatno di Desa Darungan, Kecamatan Pare, serta rumpun bambu milik Nanik di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di lahan kosong milik Budi Prasetyo di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Pare, lahan tebu milik PT SGN di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, lahan jati milik Lamidi di Desa Poh Rubuh, Kecamatan Semen, serta lahan tebu HGU Sumberlumbu di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar.
Peristiwa lainnya meliputi kebakaran limbah sepatu bekas milik Wisnu Prabowo di Desa Kandat, rumah milik Sujarwo di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, serta kandang ayam milik Mustaqim di Desa Tanjung Pagu.
Khaleb mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca juga :Β Kodim 0809/Kediri Bangun Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, Pulihkan Akses Dua Desa di Kecamatan Ngancar
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah. Pastikan api benar-benar padam dan jangan ditinggalkan agar tidak merembet ke lahan atau bangunan di sekitarnya,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





