Blitar, LINGKARWILIS.COM – Suasana subuh di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, mendadak berubah menjadi kepanikan. Rumah sekaligus toko kelontong milik warga terbakar setelah api dari kompor diduga menyambar botol berisi bahan bakar minyak (BBM).
Kebakaran terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Rumah sekaligus toko kelontong tersebut diketahui milik Sukatin (73). Dalam kejadian itu, tiga penghuni rumah yang masih satu keluarga ikut tersambar api dan harus mendapatkan perawatan medis.
Ketiga korban yakni Sukatin, J. Ismadi (61), dan Wahyu Agustin (42). Mereka kemudian mendapat penanganan medis di rumah sakit wilayah Kesamben.
Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Saiful Muheni mengatakan, kebakaran diduga bermula ketika api kompor menyambar barang dagangan berupa botol berisi BBM yang berada tidak jauh dari dapur.
“Tiga korban mendapatkan penanganan serius dari rumah sakit di Kesamben. Api juga sudah berhasil dipadamkan. Diduga kebakaran akibat kompor menyambar dagangan botol bahan bakar minyak atau BBM,” ujarnya.
Baca juga : Hari Jadi Blitar Berlangsung Khidmat, Jadi Momentum Perkuat Gotong Royong Membangun Daerah
Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kejadian bermula ketika Sukatin menyalakan kompor gas sekitar pukul 04.30 WIB untuk memasak air minum kopi. Awalnya aktivitas tersebut berjalan normal.
Namun, beberapa saat setelah kompor dinyalakan, api tiba-tiba menyambar BBM yang berada di sekitar dapur. Kobaran api kemudian mengenai lengan kanan Sukatin.
Sukatin yang panik langsung berusaha menyelamatkan diri sembari meminta bantuan anggota keluarganya. Salah satu saudaranya, Janu, kemudian berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut tidak mudah karena terdapat BBM di sekitar lokasi. Api dengan cepat membesar dan merambat hingga membakar bagian rumah serta berbagai perabotan di dalamnya.
“Sulit dikendalikan karena ada BBM. Api pun melahap ruangan rumah dan perabotan,” jelas Saiful.
Petugas pemadam kebakaran kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Baca juga : Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah di Pare
Meski demikian, kobaran api telah menghanguskan sebagian besar bangunan rumah. Ketiga korban juga langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Selain rumah dan perabotan, kebakaran turut menghanguskan uang tunai sekitar Rp9 juta, tiga unit sepeda motor yang berada di dalam rumah, sejumlah surat penting, serta barang dagangan toko kelontong.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





