BPK Jawa Timur Bersihkan Cat di Kereta Mbah Gleyor Akibat Vandalisme

BPK Jawa Timur Bersihkan Cat di Kereta Mbah Gleyor Akibat Vandalisme
Petugas dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur bersihkan cat di roda mbah Gleyor akibat vandalisme di Rabu siang (bakti)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur mendatangi lokasi Kereta Mbah Gleyor di Dusun/Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu (12/8/2026). Kedatangan petugas tersebut untuk membersihkan cat yang mengotori bagian kereta akibat aksi vandalisme.

Pelaku vandalisme yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah diamankan. Selanjutnya, yang bersangkutan telah diantar ke Panti Laras milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan.

Proses pembersihan dilakukan pada seluruh bagian kereta, mulai dari roda hingga badan kereta. Petugas menggunakan cairan khusus untuk menghilangkan bekas cat tanpa merusak kondisi benda bersejarah tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Kandat sempat menutup seluruh badan Kereta Mbah Gleyor menggunakan kain berwarna hitam. Kereta tersebut selama ini dianggap memiliki nilai sejarah dan dikeramatkan oleh masyarakat karena telah berusia ratusan tahun.

Baca juga : Sebanyak 2.900 Pelajar SLTP se-Kabupaten Kediri Ikuti Lomba Baris Berbaris HUT ke-81 RI

Kereta Mbah Gleyor dipercaya sebagai titihan atau kendaraan Bupati Kediri pertama. Karena itu, keberadaannya dinilai memiliki nilai penting bagi sejarah dan kebudayaan Kabupaten Kediri.

Ahmad Latif, Konservator BPK Jawa Timur, mengatakan proses pembersihan diawali menggunakan air. Namun, cara tersebut belum mampu menghilangkan seluruh cat sehingga petugas menggunakan bahan lain sesuai jenis cat yang menempel.

“Prosesnya memang agak lama, namun cat tersebut bisa hilang. Yang penting kondisi kereta Mbah Gleyor ini bersih seperti semula. Hasil dari kegiatan ini kami laporkan ke BPK Jatim ataupun rekom ke Disparbud Kabupaten Kediri untuk tingkat kebutuhan perawatan Mbah Gleyor,” katanya.

Untuk menghilangkan cat berwarna putih, petugas menggunakan alkohol. Sementara cat berwarna hijau muda dibersihkan menggunakan etil asetat, yakni bahan kimia yang digunakan untuk membantu mengangkat lapisan cat.

Pembersihan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu material asli maupun kondisi fisik kereta yang memiliki nilai sejarah tersebut.

Baca juga : PG Meritjan Kediri Jadi Titik Konsolidasi SGN, Dorong Produktivitas dan Revolusi 888

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Gus Barok, mengapresiasi langkah BPK Jawa Timur yang melakukan observasi sekaligus pembersihan bekas cat pada roda dan bagian luar Kereta Mbah Gleyor.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya pelestarian benda bersejarah yang telah berusia ratusan tahun.

“Kita berharap setelah kondisi Mbah Gleyor kembali bersih tidak ada lagi tangan jahil. Mengingat kereta ini kereta bersejarah berusia ratusan tahun dan memiliki sejarah besar bagi Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Gus Barok menambahkan, Kereta Mbah Gleyor memiliki bentuk yang unik karena dapat digunakan di darat maupun di air. Berdasarkan catatan sejarah yang diyakininya, kereta tersebut telah dioperasikan sejak akhir abad ke-18.

Dengan pembersihan tersebut, kondisi Kereta Mbah Gleyor diharapkan kembali seperti semula sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap perawatan dan perlindungan benda bersejarah di Kabupaten Kediri.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *