Bakar Sampah Ditinggal, Rumpun Bambu di Wates Kediri Dilalap Api

Bakar Sampah Ditinggal, Rumpun Bambu di Wates Kediri Dilalap Api
Petugas Damkar Pos Ngadiluwih padamkan api yang membakar lahan milik Uswatun di Dusun Kalikajar Desa Jajar Wates Senin malam (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan kembali memicu kebakaran di Kabupaten Kediri. Kali ini, api membakar rumpun bambu milik Ny Uswatun, warga Desa Kalikajar, Desa Jajar, Kecamatan Wates, Senin (21/9/2026) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, api yang muncul pada malam hari sempat membuat warga khawatir karena berpotensi menjalar ke area lain, terlebih kondisi kemarau dan hembusan angin dapat mempercepat penyebaran api.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, kejadian diketahui setelah seorang warga yang sedang beristirahat mendengar suara gemuruh dari arah lahan.

“Warga kemudian mengecek sumber suara dan mendapati rumpun bambu milik Ny Uswatun sudah terbakar,” jelas Khaleb.

Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga khawatir kebakaran merembet ke lingkungan sekitar. Terlebih lokasi kejadian berada tidak jauh dari permukiman warga.

Baca juga : HUT ke-81 TNI, Kodim Kediri Gelar Bazar dan Pameran Produk UMKM

“Warga khawatir karena kejadian berlangsung malam hari dan api semakin meluas. Angin malam saat musim kemarau juga membuat kobaran semakin besar, apalagi lokasinya dekat dengan permukiman. Warga kemudian menghubungi Damkar Pos Ngadiluwih untuk dilakukan pemadaman,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Pos Ngadiluwih langsung menuju lokasi. Sebanyak lima personel diterjunkan dengan satu unit mobil pemadam yang membawa kapasitas 2.500 liter air.

Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan nilai kerugian masih dalam proses pendataan.

Khaleb mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau. Menurutnya, aktivitas membakar sampah harus dilakukan secara aman dan tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Baca juga : Bantuan Beras Pemerintah Pusat Dinilai Meringankan Beban Warga Kabupaten Kediri

“Kami hanya mengingatkan, pengurangan risiko kebakaran selama musim kemarau perlu dilakukan. Jangan menganggap remeh api kecil. Kalau dibiarkan tanpa pengawasan, bisa berkembang menjadi kebakaran besar,” tegasnya.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *