Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, berlangsung meriah. Pemerintah desa setempat mengubah aliran kali menjadi kolam pancing dadakan untuk menggelar lomba mancing ikan patin, Selasa (25/8/2026).
Lomba yang digelar tanpa biaya pendaftaran tersebut diikuti lebih dari 250 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga warga lanjut usia.
Kegiatan yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan itu tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat. Panitia juga menyediakan sejumlah hadiah menarik bagi peserta terbaik, di antaranya sepeda listrik, televisi dan kambing.
Ikan patin yang digunakan dalam perlombaan merupakan hasil budidaya Pemerintah Desa Glagah. Pemanfaatan hasil budidaya tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan potensi desa kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat rekreatif.
Baca juga : Miras dan Narkoba Marak, PCNU Lamongan Temui Bupati dan Desak Penertiban Tegas
Kepala Desa Glagah Misran mengatakan, lomba mancing digelar untuk menciptakan ruang berkumpul bagi warga sekaligus mempererat kerukunan dalam momentum peringatan kemerdekaan.
“Awalnya kami kumpul dengan perangkat desa, bagaimana supaya Desa Glagah ini ramai, guyub, akur, kemudian masyarakat bisa gembira. Akhirnya ada usulan mengadakan lomba mancing yang selama ini belum ada,” kata Misran.
Pada penyelenggaraan tahun pertama, panitia menggunakan ikan lele. Tahun ini, jenis ikan diganti menjadi patin agar perlombaan memiliki variasi dan tidak monoton.
“Untuk tahun ini kami ganti ikan patin supaya masyarakat tidak bosan. Jadi setiap tahun bisa berbeda,” ujarnya.
Konsep lomba yang gratis ditambah hadiah yang cukup menarik membuat antusiasme warga meningkat. Peserta cukup mendaftar tanpa dipungut biaya untuk mengikuti perlombaan.
Baca juga : Kunci Rolling Door Tertinggal di Dalam Toko, Damkar Kabupaten Kediri Turun Tangan
“Daftarnya gratis, kemudian hadiahnya juga menarik. Ada sepeda listrik, televisi dan kambing. Itu yang membuat masyarakat antusias mendaftar,” ungkap Misran.
Melihat tingginya partisipasi warga, Pemerintah Desa Glagah berencana menjadikan lomba mancing sebagai agenda rutin setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Bahkan, Misran berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan ke tingkat Kecamatan Glagah. Pihaknya berencana berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar perlombaan serupa dapat digelar dengan cakupan peserta lebih luas.
“Kalau desa saja bisa mengadakan, kenapa kecamatan tidak bisa. Kami akan mengusulkan kepada Pak Camat supaya kegiatan seperti ini bisa didukung dan mencari lokasi yang lebih luas, misalnya di kawasan Bengawan atau tempat lain yang memungkinkan,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak perlombaan dimulai. Mereka mempersiapkan umpan dan menunggu ikan menyambar kail. Beberapa peserta bahkan mengaku rela begadang demi mendapatkan posisi yang dianggap strategis.
Salah satunya Ismail Wahyusi. Ia berhasil meraih juara pertama setelah mendapatkan ikan patin seberat 1,420 kilogram.
Yusi mengatakan, dirinya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mendapatkan ikan tersebut. Ia menggunakan cacing sebagai umpan.
“Kurang lebih satu jam tadi. Umpannya cacing. Alhamdulillah dapat juara satu dan hadiahnya sepeda listrik,” katanya.
Sepeda listrik tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung aktivitas anaknya yang masih bersekolah.
“Baru kali ini dapat juara. Mudah-mudahan ke depannya ada lagi,” ujarnya.
Semangat Yusi mengikuti perlombaan bahkan membuatnya tidak tidur pada malam sebelum acara digelar.
“Semalam nggak tidur,” tandasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





