Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kereta kelinci yang membawa rombongan 54 warga Banjarmlati, Kota Kediri, terguling ke area persawahan di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Minggu (13/9) pagi.
Kecelakaan tersebut diduga terjadi setelah roda bagian belakang sebelah kiri patah. Akibatnya, kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya oleng dan terguling.
Dalam peristiwa tersebut, dua anak dilaporkan mengalami luka serius. Sementara delapan penumpang lainnya, yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, mengalami luka ringan.
Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, proses evakuasi kereta kelinci dilakukan petugas Damkar Pos Pare.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Khaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, kereta kelinci tersebut membawa rombongan ibu-ibu dan anak-anak dari Banjarmlati, Kediri. Mereka rencananya melakukan perjalanan wisata dengan tujuan Masjid Baidowi, Tegowangi, Kecamatan Plemahan.
Baca juga : Digitalisasi Pengelolaan APBN: Mendorong Optimalisasi CMS pada Satker Mitra KPPN Kediri
“Sesampainya di lokasi kejadian tiba-tiba roda belakang kiri patah. Akibatnya kereta kelinci oleng dan terguling ke persawahan hingga ibu-ibu dan anak-anak menjerit kesakitan karena ada yang kejepit kereta,” katanya.
Setelah mendapat laporan dari warga, petugas Damkar Pos Pare segera menuju lokasi kejadian. Petugas kemudian bersama masyarakat melakukan proses evakuasi terhadap penumpang yang mengalami luka maupun masih terjebak di dalam kendaraan.
Para korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Khaleb mengingatkan pemilik kereta kelinci agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang. Pemeriksaan juga perlu dilakukan terhadap komponen kendaraan yang berpotensi mengalami kerusakan.
“Kami berharap kepada pemilik kereta kelinci untuk memeriksa kondisi kereta sebelum berangkat angkut orang. Demikian juga perhatikan jumlah penumpang jangan sampai berlebih. Ini demi keselamatan nyawa orang dan pengurangan risiko terjadinya kecelakaan,” imbuhnya.
Baca juga : Kodim 0809 Kediri Tanam 500 Pohon di Puncu, Antisipasi Dampak Kemarau dan Karhutla
Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan kendaraan wisata yang digunakan untuk membawa banyak penumpang, terutama pemeriksaan kondisi kendaraan dan kapasitas angkut sebelum perjalanan dilakukan. ***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





