Petani Keluhkan Dugaan Rembesan Limbah SPPG Mengalir ke Sawah, Pengelola Pastikan Sudah Ditangani

Petani Keluhkan Dugaan Rembesan Limbah SPPG Mengalir ke Sawah, Pengelola Pastikan Sudah Ditangani
Tampak depan SPPG Srampat 2 Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.(Suprapto)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah petani di Dusun Srampat, Desa Klagen, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan dugaan aliran air limbah yang masuk ke area persawahan. Air tersebut diduga berasal dari aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2 yang lokasinya berada di sekitar lahan pertanian warga.

Para petani yang memiliki sawah di sekitar SPPG menduga aliran air tersebut bersumber dari aktivitas dapur maupun sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Air yang diduga merembes dari area SPPG kemudian mengalir menuju lahan pertanian milik warga.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap tanaman padi yang tengah dibudidayakan petani. Bahkan, warga mengaitkan kondisi tanaman padi pada musim tanam sebelumnya dengan aliran air yang diduga berasal dari area IPAL SPPG.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Srampat 2, Haikal Al-Fharisi, mengaku pihaknya telah mengetahui adanya persoalan terkait rembesan air yang mengarah ke persawahan warga.

Baca juga :Β Persela Lamongan U-17 Bidik Tiket Delapan Besar Piala Suratin di Stadion Surajaya

Namun, Haikal membantah anggapan bahwa tanaman padi petani mengalami kematian akibat aliran air dari SPPG. Ia menyebut air yang sebelumnya mengalir ke sawah hanya berupa rembesan dari sistem IPAL.

“Tanaman padi itu tidak mati, dan aliran air limbah yang mengaliri sawah itu hanya rembesan saja yang berasal dari IPAL. Untuk sekarang sudah tidak ada rembesan lagi,” ujar Haikal, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, persoalan rembesan tersebut telah menjadi perhatian pengelola SPPG. Penanganan juga telah dilakukan untuk mengatasi sumber rembesan agar tidak kembali mengalir menuju area persawahan.

Haikal memastikan saat ini sudah tidak ditemukan lagi rembesan air dari kawasan IPAL yang mengarah ke lahan pertanian masyarakat.

“Untuk sekarang sudah tidak ada rembesan lagi,” tegasnya.

Baca juga :Pasar Murah Pemkab Kediri Diserbu Warga Bangsongan, 200 Paket Souvenir Dibagikan

Ia menjelaskan, pengelolaan limbah menjadi salah satu aspek penting dalam operasional SPPG. Aktivitas dapur yang berlangsung setiap hari menghasilkan air buangan sehingga perlu dikelola secara tepat agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan di sekitarnya.

Atas dasar itu, pengelola SPPG Srampat 2 mengaku terus memantau kondisi instalasi pengolahan air limbah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan IPAL dapat bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Haikal juga berharap persoalan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pengelola SPPG dan masyarakat, khususnya para petani yang memiliki lahan di sekitar lokasi.

“Kami terbuka terhadap keluhan masyarakat terkait aktivitas SPPG dan siap berkomunikasi untuk mencari solusi apabila kembali ditemukan persoalan yang berkaitan dengan operasional maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *