SPPG Mangunan Ungkap Dugaan Penyebab Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Alami Diare Usai Santap MBG

SPPG Mangunan Ungkap Dugaan Penyebab Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Alami Diare Usai Santap MBG
Siswa SMPN Kabuh yang menjalin perawatan di Puskesmas Kabuh, Kecamatan Kabuh, Jombang, Kamis (3/9/2026). Suasana depan Puskesmas Kabuh (Saha)

Jombang, LINGKARWILIS.COM – Puluhan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami diare setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Saat itu, menu yang disajikan terdiri dari udang saus padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu.

Keluhan kesehatan mulai disampaikan pihak sekolah kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (3/9/2026) pagi. Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum dapat dipastikan akibat keracunan makanan.

Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, mengatakan dugaan sementara mengarah pada menu udang. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada para siswa.

“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya,” ujar Chakra saat dikonfirmasi awak media.

Chakra menjelaskan, menu tersebut sebelumnya dibagikan kepada sekitar 2.899 penerima manfaat. Sejauh ini, laporan gangguan kesehatan hanya diterima dari siswa SMPN 1 Kabuh.

Baca juga :Β Sebanyak 70 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan MBG, Menu Udang Disorot

Di sekolah tersebut terdapat sekitar 689 penerima manfaat. Meski demikian, tidak seluruh siswa yang menerima makanan mengalami keluhan kesehatan.

Ia memastikan proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Waktu memasak juga disebut masih berada dalam batas yang telah ditentukan.

Menurut Chakra, bahan udang yang digunakan untuk menu MBG tersebut memang diterima satu hari sebelum makanan dibagikan. Mekanisme tersebut, kata dia, telah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.

“Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar. Makanya masih dicari penyebabnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Kabuh, Suprihadiono, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan pada Kamis pagi. Berdasarkan pendataan sementara, jumlah siswa yang mengalami diare diperkirakan mencapai sekitar 50 orang.

“Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak,” kata Suprihadiono.

Baca juga :Β Lahan Tebu Dekat Sekolah Rakyat di Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp59 Juta

Siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke Puskesmas Klabo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan SPPG Mangunan sebagai penyedia MBG bagi SMPN Kabuh.

Saat ini, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih berlangsung. Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menjadi salah satu acuan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Hingga hasil pemeriksaan keluar, belum dapat dipastikan apakah keluhan diare yang dialami puluhan siswa tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi sehari sebelumnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *