Batu, LINGKARWILIS.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak hingga Gunung Kawinajang masih terus dilakukan. Bara api yang kembali muncul akibat hembusan angin membuat petugas gabungan memperkuat upaya pemadaman, termasuk melalui operasi dari udara.
Kapolres Batu Polda Jatim AKBP Dr. Aris Purwanto turun langsung memimpin apel kesiapsiagaan penanganan karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026) pagi.
Apel tersebut dilakukan menyusul temuan titik api di kawasan sabana yang berada di antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang pada Minggu malam.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani melalui jalur darat, operasi pemadaman turut diperkuat dengan water bombing. Pengerahan bantuan pemadaman dari udara tersebut mulai dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB.
Sekitar 50 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan karhutla. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, pemerintah desa, DLH, serta relawan.
Baca juga : HUT Lalu Lintas ke-71 Polres Kediri Digelar Meriah, Ada Baksos untuk Komunitas Ojol
AKBP Aris meminta seluruh personel tidak menganggap kondisi karhutla sebagai persoalan ringan. Menurutnya, perubahan cuaca dan pergerakan angin harus menjadi perhatian karena dapat membuat bara yang sebelumnya padam kembali menyala atau bahkan memicu titik api baru.
“Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran,” kata AKBP Aris, Senin (14/9/2026).
Selain fokus pada pemadaman, petugas juga memperkuat pengamanan di sekitar kawasan terdampak. Penjagaan di posko diminta diperketat untuk mencegah masyarakat maupun pendaki memasuki area hutan selama proses penanganan berlangsung.
Pembatasan tersebut dilakukan demi keselamatan masyarakat maupun petugas, mengingat kondisi medan pegunungan dan perubahan cuaca dapat meningkatkan risiko.
Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, salah satu kendala utama yang masih dihadapi dalam penanganan karhutla adalah angin yang cukup kencang.
Baca juga : KPM di Kabupaten Kediri Terima Bantuan Beras, Total 30 Kilogram
Menurutnya, hembusan angin dapat membuat bara yang sebelumnya sudah padam kembali aktif. Bahkan, bara yang terbawa angin berpotensi menimbulkan titik api baru di lokasi lain.
Karena itu, water bombing menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk membantu mempercepat proses pemadaman, khususnya di area yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
“Kami juga mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati,” ujarnya.
Sementara itu, Ps Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman mengatakan koordinasi juga dilakukan dengan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Malang dan Blitar.
Koordinasi lintas wilayah tersebut diperlukan sebagai langkah antisipasi apabila perubahan arah angin menyebabkan dampak kebakaran bergerak menuju kawasan lain.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga kembali diimbau untuk sementara tidak melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api sekaligus melanjutkan proses pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan karhutla di kawasan Gunung Buthak-Kawinajang tidak kembali meluas.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin






Responses (2)