Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Video yang memperlihatkan kerumunan pelajar berseragam SMP di kawasan Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 23 detik tersebut, para pelajar terlihat bergerombol menggunakan sepeda motor di tepi jalan raya.
Peristiwa itu disebut terjadi di depan area gudang serbuk pada Rabu (23/9/2026) siang. Dalam narasi yang beredar di media sosial, kelompok pelajar tersebut diduga hendak melakukan aksi tawuran dan disebut berasal dari SMPN 1 Ngimbang.
Beredarnya video tersebut sempat memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan yang melintas. Warga berharap pihak sekolah maupun kepolisian segera melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi aksi kekerasan.
“Mohon kepada pihak sekolah untuk memberikan teguran dan peringatan keras kepada murid-muridnya agar tidak melakukan aksi yang meresahkan dan membuat kericuhan di jalan umum,” ungkap salah seorang warga setempat.
Namun, dugaan terjadinya tawuran tersebut belum terbukti. Kapolsek Sambeng Iptu Ridwan Hariyanto memastikan tidak sampai terjadi bentrokan antarpelajar di lokasi.
Menurutnya, petugas yang datang ke lokasi langsung membubarkan kerumunan pelajar. Setelah itu, para siswa meninggalkan lokasi masing-masing.
“Informasinya belum sempat terjadi tawuran. Begitu ada petugas yang datang ke lokasi, mereka langsung membubarkan diri masing-masing,” ujar Iptu Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Meski tidak sampai terjadi tawuran, kepolisian tetap mengambil langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan meningkatkan edukasi kepada pelajar mengenai kenakalan remaja.
Iptu Ridwan mengatakan, pihaknya akan memberikan penyuluhan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Sambeng. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah pelajar terlibat aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga : Hari Tani Nasional, Polres Kediri Perkuat Gerakan Pangan Berbasis Petani
“Besok saya beri penyuluhan kenakalan remaja, antisipasi jangan sampai terjadi,” ujarnya.
Hingga kini, motif maupun penyebab para pelajar tersebut berkumpul di lokasi belum diketahui secara pasti. Kepolisian mengedepankan langkah pencegahan agar kerumunan pelajar tidak berkembang menjadi aksi tawuran.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





