BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api selama musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun meningkatkan intensitas pemeriksaan jalur rel. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan pemeriksaan lintas menggunakan lori dresin.
Pemeriksaan tersebut dipimpin langsung Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen dan petugas teknis terkait. Peninjauan dilakukan pada jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Wlingi, Kabupaten Blitar, hingga Stasiun Tulungagung.
Sejumlah pejabat dan tim turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Manager Operasi, Manager Pengamanan, Manager Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Manager SDM dan Umum, Manager Humas, Tim Aset Area Blitar, Tim Quality Control (QC), serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT).
Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel, pengarahan keselamatan atau safety briefing, serta doa bersama yang dipimpin Ali Afandi. Dalam arahannya, ia meminta seluruh unit terkait meningkatkan konsistensi pengawasan dan pemeriksaan kondisi jalur secara langsung.
Baca juga : Perkuat Mental dan Spiritual Anggota, Polres Blitar Rutin Gelar Binrohtal
Menurut Ali, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran operasional kereta api.
“Seluruh unit terkait harus terus aktif dan konsisten melaksanakan pemeriksaan guna meminimalisasi potensi gangguan operasional. Cek lintas ini memastikan kondisi operasional maupun prasarana senantiasa dalam kondisi andal, laik operasi serta memitigasi potensi bahaya sejak dini,” tegas Ali Afandi, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi operasional dan fisik prasarana perkeretaapian. Peninjauan juga menyasar sejumlah Jalur Perlintasan Langsung (JPL) atau perlintasan sebidang.
Pada kesempatan itu, jajaran manajemen turut berinteraksi dengan Petugas Jaga Perlintasan (PJL). Mereka diingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan tugas sesuai Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan yang telah ditetapkan.
Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Warga Wonojoyo Kediri Pilih Pantai Mutiara Trenggalek untuk Wisata Bersama
Menghadapi musim penghujan, perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi saluran drainase di sepanjang jalur kereta api. Tim memeriksa saluran air di sisi kanan dan kiri rel, gorong-gorong, hingga konstruksi jembatan.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan tidak ada penumpukan sedimen maupun sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Dengan demikian, risiko genangan, luapan air, banjir, hingga kerusakan struktur jalur akibat erosi dapat diantisipasi sejak dini.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Selain memastikan sarana dan prasarana berfungsi optimal, kondisi petugas yang bertugas di lapangan juga harus mendapat perhatian.
“Petugas di lapangan memiliki peran sentral dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, selain memastikan keandalan sarana dan prasarana, kami wajib memastikan para petugas dalam kondisi sehat, fit, dan fokus saat menjalankan tugasnya,” ujar Tohari.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemeriksaan menggunakan lori dresin juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi langsung antara jajaran manajemen dengan petugas operasional di lapangan.
Melalui interaksi tersebut, berbagai temuan, kendala, maupun potensi risiko dapat segera diketahui untuk kemudian dievaluasi dan ditindaklanjuti. Setelah tiba di stasiun tujuan, kegiatan dilanjutkan dengan forum evaluasi dan sharing session bersama para KUPT setempat.
Forum tersebut membahas berbagai kondisi yang ditemukan selama pemeriksaan sekaligus merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan keandalan operasional secara berkelanjutan.
Tohari menegaskan, KAI berkomitmen menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan layanan transportasi kereta api. Pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan, termasuk penyempurnaan sarana, prasarana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Bagi KAI, keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, evaluasi, dan penyempurnaan sarana, prasarana, serta SDM demi memberikan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pelanggan,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor :Hadiyin





