Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menggelar program Eduspoor sebagai upaya mengenalkan transportasi kereta api yang aman dan nyaman kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti 42 peserta didik dari jenjang SD dan SMP Istana Bina Bangsa School Tulungagung, Minggu (20/9/2026).
Rangkaian Eduspoor diawali dengan perjalanan menggunakan KA Malabar dari Stasiun Tulungagung menuju Stasiun Madiun. Setibanya di Stasiun Madiun, para peserta disambut jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manajer Angkutan Penumpang Asih Purwati, Manajer Komersial Non-Angkutan Cicih, serta Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari.
Dalam kegiatan itu, para siswa diajak mengenal lebih dekat berbagai profesi yang ada di lingkungan perkeretaapian. Mulai dari petugas customer service, petugas loket, petugas keamanan hingga petugas operasional stasiun.
Baca juga : Pos Ojol Kamtibmas Polres Kediri Dioptimalkan, Perkuat Deteksi Dini
Tidak hanya pengenalan profesi, peserta juga mendapatkan materi mengenai keselamatan perjalanan kereta api. Edukasi disampaikan secara interaktif agar para siswa lebih mudah memahami aturan dan pentingnya menjaga keselamatan saat menggunakan kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tata cara pembelian tiket melalui aplikasi resmi, proses boarding, serta pengenalan berbagai fasilitas layanan yang tersedia di stasiun maupun di dalam kereta.
“Selain itu juga pemahaman tata cara pembelian tiket via aplikasi resmi, proses boarding, hingga pengenalan fasilitas layanan di stasiun maupun di atas kereta,” kata Tohari.
Materi keselamatan juga mencakup berbagai potensi bahaya di sekitar jalur kereta api. Para siswa diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di area rel serta memahami risiko ketika berada di sekitar perjalanan kereta.
Baca juga : Tak Cuma Riding, Sambung Guyub Polres Kediri dan Awak Media Bawa Pesan Kesiapsiagaan Bencana
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya vandalisme, termasuk larangan melempar benda seperti batu ke arah kereta yang sedang melaju. Selain itu, kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, turut menjadi materi penting dalam kegiatan tersebut.
Tohari menegaskan, pemahaman mengenai keselamatan perjalanan kereta api perlu ditanamkan secara berkelanjutan sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kesadaran anak-anak untuk selalu mematuhi aturan serta turut menjaga keselamatan diri dan pengguna transportasi kereta api lainnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





