BATU, LINGKARWILIS.COM – Ancaman bencana hidrometeorologi selama musim hujan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Berbagai langkah antisipasi mulai diperkuat, mulai dari pemetaan kawasan rawan bencana hingga kesiapan personel dan sarana penanggulangan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026 yang diikuti Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa dan Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P. Sejumlah unsur lainnya juga terlibat, di antaranya personel TNI, jajaran Pemkot Batu, BPBD, Perhutani, serta elemen masyarakat.
Dalam apel tersebut, sejumlah aspek penting menjadi perhatian bersama. Mulai dari identifikasi wilayah yang berpotensi terdampak bencana, langkah pencegahan sejak dini, kesiapan petugas dan peralatan, hingga sosialisasi jalur evakuasi kepada masyarakat.
Baca juga : Puting Beliung Terjang Kepung Kediri, 20 Rumah Warga Mengalami Kerusakan
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan optimal.
Salah satu langkah yang terus dilakukan Pemkot Batu adalah memantau kondisi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir saat curah hujan meningkat.
Pemantauan dan penelusuran aliran sungai secara berkala juga dilakukan, termasuk di kawasan Kali Krecek. Selain itu, pemerintah menyiapkan pembenahan infrastruktur serta penataan aliran sungai di sejumlah titik agar kapasitas aliran air tetap terjaga dan risiko banjir dapat ditekan.
“Pemkot Batu juga rutin memantau dan menyusuri sungai untuk mengantisipasi banjir, termasuk di Kali Krecek. Perbaikan fasilitas dan penataan aliran sungai di sejumlah titik juga disiapkan agar air mengalir lancar dan risiko banjir berkurang,” jelasnya, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, berdasarkan data Polres Batu, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 73 kejadian bencana di wilayah Kota Batu.
Baca juga : Lalai Mengawasi Pembakaran Sampah, Rumpun Bambu di Tarokan Kediri Dilalap Api
Angka tersebut mengalami peningkatan pada 2026. Terhitung sejak awal tahun hingga 4 November 2026, jumlah kejadian bencana mencapai 122 peristiwa.
Rinciannya meliputi 20 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 52 tanah longsor, 11 banjir, serta 39 kejadian angin kencang dan puting beliung.
Tingginya jumlah kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika memasuki periode musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemkot Batu bersama unsur terkait berharap koordinasi dan kesiapan menghadapi bencana semakin kuat. Kesadaran masyarakat untuk mengenali potensi ancaman di lingkungan masing-masing juga diharapkan terus meningkat.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, petugas kebencanaan, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko sekaligus melindungi keselamatan warga dari dampak bencana.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





